Bondowoso – “Saatnya bangkit dan menang bersama” menjadi nyala semangat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI Partai Amanat Nasional (PAN) se-Kabupaten Bondowoso. Pertemuan yang berlangsung di Caffe Gent’Z Bondowoso pada Minggu (26/7/2026) itu tidak hanya membahas pembentukan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan langkah kader menghadapi agenda politik mendatang.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), kader, serta simpatisan PAN dari berbagai wilayah di Kabupaten Bondowoso. Melalui forum ini, partai berupaya membangun organisasi yang lebih kokoh, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Ketua DPD PAN Bondowoso, H. Us’ari, S.Pd.I., meminta seluruh kader menjadikan Muscab VI sebagai momentum kebangkitan sekaligus awal perjalanan baru bagi partai.
“Hari ini bukan hanya soal menyusun kepengurusan. Hari ini adalah awal perjalanan baru PAN Bondowoso. Kita harus meninggalkan sekat-sekat yang memecah, memperkuat persaudaraan, dan bergerak dengan satu tujuan, yaitu menghadirkan PAN yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Us’ari disambut tepuk tangan peserta.
Us’ari menilai perubahan peta dan dinamika politik harus dihadapi dengan kekuatan organisasi yang terstruktur. Menurutnya, PAN Bondowoso membutuhkan kader yang militan, kepemimpinan yang terbuka, serta komunikasi yang mampu merangkul seluruh unsur partai hingga tingkat akar rumput. Konsolidasi dinilai penting agar setiap pengurus dapat bergerak dalam satu arah dan tidak terjebak dalam kepentingan kelompok.
Ia juga mengingatkan bahwa PAN tidak boleh sekadar menjadi peserta dalam setiap kontestasi politik. Partai harus mampu tampil membawa gagasan, memberikan solusi atas persoalan masyarakat, dan memperjuangkan kepentingan warga melalui kerja politik yang nyata serta berkelanjutan.
“Tidak ada kader yang lebih besar dari partai. Tidak ada kemenangan tanpa kebersamaan. Karena itu saya mengajak seluruh pengurus DPD, DPC, hingga kader di akar rumput untuk merapatkan barisan. Mari kita buktikan bahwa PAN Bondowoso mampu bangkit, tumbuh lebih kuat, dan menjadi rumah besar bagi masyarakat yang menginginkan perubahan,” ujarnya penuh semangat.
Seruan tersebut sekaligus menjadi pesan agar seluruh kader meninggalkan perbedaan yang dapat menghambat kerja organisasi. Kebersamaan dinilai menjadi modal utama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperluas basis dukungan PAN di Bondowoso. Pengurus di semua tingkatan juga diminta aktif membangun hubungan dengan masyarakat, bukan hanya ketika memasuki masa pemilihan umum.
Us’ari menegaskan bahwa kepengurusan yang terbentuk melalui Muscab VI harus diisi oleh figur-figur yang siap bekerja. Struktur partai tidak boleh dipandang sebatas susunan nama dan jabatan, melainkan sebagai tim yang memiliki tanggung jawab turun ke tengah masyarakat, menyerap aspirasi, serta memperjuangkan kebutuhan warga.
“Semangat perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan menunggu orang lain bergerak. Kita yang harus menjadi pelopor. Jika seluruh kader berjalan dalam satu barisan, saya yakin PAN Bondowoso akan menjadi kekuatan politik yang semakin dipercaya masyarakat dan mampu meraih hasil yang lebih baik pada agenda politik mendatang,” pungkasnya.
Selain memperkuat struktur internal, hasil Muscab diharapkan melahirkan program kerja yang sesuai dengan persoalan masyarakat Bondowoso. Pendekatan langsung kepada warga menjadi salah satu langkah yang dinilai penting agar partai memahami kebutuhan di bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat.
Muscab VI PAN Bondowoso akhirnya menjadi penanda dimulainya babak baru konsolidasi partai. Melalui kepengurusan yang solid, progresif, dan adaptif, PAN Bondowoso diharapkan mampu menjaga kehadirannya di tengah masyarakat sepanjang waktu serta membuktikan komitmennya melalui kerja dan pengabdian nyata.
