Mojokerto – Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdaulat. Berangkat dari semangat tersebut, Pondok Pesantren Segoro Agung di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menegaskan komitmennya untuk mendukung Program Pertahanan Pangan Nasional melalui pemberdayaan santri dan penguatan sektor pertanian.
Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Segoro Agung, KH. Bimo Agus Sunarno, mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam tidak hanya bertugas mencetak generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga membentuk santri yang mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pesantren harus menjadi pelopor kemandirian. Santri tidak cukup hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan dan semangat berkarya agar mampu memberi manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional,” kata KH. Bimo Agus Sunarno.
Ia menjelaskan bahwa penguatan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan pesantren dalam sektor pertanian menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Ketika masyarakat mampu memproduksi pangan secara mandiri, maka kita sedang membangun kekuatan Indonesia dari desa, dari pesantren, dan dari rakyat,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Pondok Pesantren Segoro Agung mengembangkan berbagai program pemberdayaan santri, termasuk penguatan keterampilan di bidang pertanian dan kewirausahaan. Program ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Selain mengembangkan kemandirian santri, Pondok Pesantren Segoro Agung juga dikenal melalui program pendidikan gratis bagi golongan tertentu sebagai wujud kepedulian terhadap pemerataan akses pendidikan.
“Harapan kami, para santri kelak menjadi generasi yang berakhlak mulia, mandiri secara ekonomi, cinta tanah air, serta siap berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pesantren harus hadir sebagai solusi bagi umat dan bangsa,” tutur KH. Bimo Agus Sunarno.
Melalui sinergi antara pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan sektor pangan, Pondok Pesantren Segoro Agung optimistis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Semangat Santri Berdaya dan Mandiri diharapkan menjadi inspirasi bagi pesantren lain untuk bersama-sama membangun Indonesia yang tangguh, sejahtera, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.
