Kediri – Deru mesin yang memecah udara seolah menjadi simfoni bagi pecinta otomotif. Untuk pertama kalinya, Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike Region 2 Putaran 1 Jawa Timur yang berlangsung di Sirkuit Gunung Kelud. Ajang tersebut sukses menyedot perhatian ratusan pembalap dan penggemar balap motor dari berbagai daerah.
Sekitar 300 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang digelar sebagai wadah resmi bagi para pebalap drag bike untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan prestasi. Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi langkah awal pembinaan atlet otomotif di Kabupaten Kediri serta membuka peluang lahirnya pembalap-pembalap berbakat yang mampu bersaing pada level lebih tinggi.
“Kami berharap melalui Kejuaraan Drag Bike ini dapat menjadi sarana pembinaan prestasi hingga output besarnya dapat melahirkan pembalap potensial ke depannya,” ujar Ketua Cabang Olahraga Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kediri, Tri Prio Nugroho.
Tri menjelaskan, kehadiran kompetisi resmi tersebut juga memiliki tujuan sosial, yakni mengalihkan minat para penggemar balap motor dari aktivitas balap liar yang berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Selain itu melalui kejuaraan drag bike ini mendorong para pecinta balap motor untuk tidak melakukan balap liar atau jalanan yang membahayakan orang lain,” imbuhnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Kejurnas Drag Bike juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri. Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menilai keberadaan sirkuit drag bike di kawasan Gunung Kelud menjadi potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan olahraga otomotif sekaligus meningkatkan prestasi atlet daerah.
“Alhamdulillah dengan adanya Kejurnas Drag Bike di Kediri ini sebagai tuan rumah merupakan hal yang baru. Ini adalah aset Pemerintah Kabupaten Kediri yang kita manfaatkan dan ke depan insya Allah bisa menjadi agenda tahunan,” katanya.
Menurut Hakim, penyelenggaraan kejuaraan nasional ini diharapkan mampu menjadi ruang bagi para pembalap muda untuk menyalurkan bakatnya melalui jalur yang lebih positif dan berorientasi pada prestasi.
“Para pembalap yang mungkin selama ini belum terarah, dengan adanya kegiatan ini bisa lebih fokus pada jalur prestasi dan tidak lagi turun ke jalan untuk balapan liar,” ujarnya.
Lebih jauh, Hakim mengungkapkan cabang olahraga drag bike hingga kini belum menjadi nomor pertandingan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Karena itu, pihaknya berencana membangun komunikasi dengan IMI Jawa Timur dan IMI Pusat agar atlet drag bike memiliki peluang berkompetisi dalam ajang multi event di masa mendatang.
“Kami berharap bisa berkomunikasi dengan IMI Jawa Timur dan IMI Pusat agar atlet-atlet drag bike ini dapat difasilitasi mengikuti kompetisi multi event,” ungkapnya.
Selain mendukung perkembangan olahraga otomotif, KONI Kabupaten Kediri juga mulai menyusun strategi pembinaan atlet menuju Porprov Jawa Timur 2027. Program pemusatan latihan dan evaluasi terhadap berbagai cabang olahraga akan dilakukan secara bertahap berdasarkan potensi atlet yang dimiliki.
“Kami akan melakukan monitoring terhadap usulan dari cabang olahraga untuk program pemusatan latihan. Pembinaan jangka panjang terus kami siapkan sehingga menghadapi Porprov 2027 Kabupaten Kediri bisa lebih siap dan lebih matang, terutama pada cabang olahraga yang terukur,” pungkas Hakim.
Keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas Drag Bike perdana di Kabupaten Kediri menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga otomotif di daerah tersebut. Selain melahirkan atlet potensial, kejuaraan ini diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang memberi dampak positif bagi pembinaan olahraga dan upaya menekan aksi balap liar di masyarakat.
