Bondowoso – “Koperasi ibarat akar pohon ekonomi rakyat yang harus terus dirawat agar tetap kokoh.” Semangat itulah yang mengiringi terpilihnya Abdul Majid, S.Pd sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bondowoso periode 2026–2030. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) Dekopinda Bondowoso, anggota DPRD Kabupaten Bondowoso dari Fraksi Gerindra tersebut dipercaya memimpin organisasi yang menaungi gerakan koperasi di daerah selama empat tahun ke depan.
Terpilihnya anggota Komisi IV DPRD Bondowoso yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat itu dinilai membawa harapan baru bagi penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Forum Muscab yang digelar di Bondowoso tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi guna menyusun langkah strategis menghadapi tantangan perkembangan ekonomi dan perubahan teknologi yang semakin dinamis.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus koperasi yang telah memberikan amanah ini kepada saya. Jabatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab besar untuk bersama-sama memajukan gerakan koperasi di Kabupaten Bondowoso,” ujar Abdul Majid.
Menurutnya, agenda utama yang akan menjadi fokus kepengurusannya adalah memperkuat kelembagaan koperasi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai, transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar koperasi tidak tertinggal di tengah perubahan pola usaha dan layanan ekonomi modern.
“Tidak mudah menghadapi tantangan ekonomi kerakyatan saat ini, tetapi kami optimistis Dekopinda Bondowoso dapat berkontribusi penuh dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah. Koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota,” katanya.
Abdul Majid menambahkan, keberhasilan pengembangan koperasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan komunikasi yang intensif dan kerja sama antarlembaga maupun antarkoperasi agar tercipta ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.
“Kuncinya adalah kolaborasi dan komunikasi. Jika itu berjalan dengan baik, saya yakin koperasi di Bondowoso akan tumbuh lebih sehat, mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, mengingatkan bahwa gerakan koperasi saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama terkait perubahan regulasi yang berlangsung cepat. Karena itu, menurutnya, kepemimpinan Dekopinda harus mampu menjalin komunikasi yang efektif dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan.
“Tidak boleh ada koperasi yang saling mematikan. Yang harus dibangun adalah sinergi dan kemitraan agar seluruh koperasi dapat tumbuh bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) perlu direspons secara positif. Koperasi yang telah lama berdiri maupun koperasi baru diharapkan dapat saling mendukung dan membangun kemitraan, sehingga tercipta iklim usaha yang sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Muscab Dekopinda Bondowoso tahun ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah pengembangan koperasi di Kabupaten Bondowoso. Selain menetapkan kepemimpinan baru, forum tersebut juga merumuskan strategi untuk mewujudkan koperasi yang lebih inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan masa depan.
Dengan membawa semangat “Koperasi Maju, Ekonomi Kuat, dan Bondowoso Berkah untuk Semua”, Abdul Majid optimistis Dekopinda Bondowoso dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
