Magetan – “Sebuah buku dapat menjadi jejak yang menghubungkan gagasan dengan perubahan.” Semangat itu mewarnai pertemuan rutin Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri dan Swasta Kabupaten Magetan yang digelar di SMP Negeri 1 Barat, Rabu (3/6/2026). Forum tersebut menjadi ajang memperkuat budaya literasi dan inovasi pendidikan melalui refleksi atas buku kolaboratif bertajuk Jejak Inspirasi dan Inovasi Sekolah.
Kegiatan yang diikuti kepala sekolah SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Magetan itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars MKKS, dan doa bersama. Pertemuan tersebut menjadi wadah koordinasi, evaluasi, serta penyelarasan berbagai program pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah.
Agenda utama pertemuan kali ini adalah refleksi dan tindak lanjut terhadap buku Jejak Inspirasi dan Inovasi Sekolah, sebuah karya yang lahir dari kolaborasi para kepala sekolah. Buku tersebut memuat berbagai pengalaman serta praktik baik yang telah diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
Editor sekaligus penyusun buku, Sukadi, mengajak seluruh peserta untuk menelaah kembali proses penulisan serta nilai-nilai inspiratif yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, dokumentasi berbagai inovasi sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi dan memperkuat jaringan pembelajaran antar sekolah.
“Melalui buku ini, berbagai pengalaman dan inovasi yang telah dilakukan sekolah dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berkembang dan meningkatkan mutu layanan pendidikan,” ujar Sukadi.
Ia menambahkan, para kepala sekolah perlu terus mengembangkan tradisi menulis, mendokumentasikan inovasi yang dilakukan, serta menyebarluaskan praktik-praktik baik kepada guru maupun warga sekolah agar kualitas pendidikan semakin meningkat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan, Suhardi, menyampaikan sejumlah informasi terkait kebijakan pendidikan serta program prioritas yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia juga memberikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut sebagai bentuk nyata kreativitas dan dedikasi para kepala sekolah.
“Buku ini menjadi bukti bahwa kepala sekolah di Kabupaten Magetan memiliki komitmen kuat dalam membangun budaya literasi dan inovasi. Harapannya, karya ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi demi meningkatkan mutu pendidikan,” kata Suhardi.
Menurutnya, kolaborasi antarsatuan pendidikan dan sinergi dengan berbagai pihak perlu terus diperkuat agar dunia pendidikan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab tantangan masa depan.
Pada sesi penutupan, Ketua MKKS SMP Kabupaten Magetan, Seno, menyampaikan sejumlah agenda organisasi yang akan dijalankan pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Ia mengajak seluruh anggota MKKS untuk menjaga semangat kebersamaan serta mengimplementasikan hasil refleksi yang telah disepakati.
“Dengan komitmen dan sinergi yang kuat, saya yakin seluruh sekolah di Kabupaten Magetan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik,” tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung di SMP Negeri 1 Barat itu ditutup dengan optimisme untuk terus mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang berkelanjutan. Melalui budaya literasi yang semakin kuat, para kepala sekolah berharap dapat melahirkan generasi yang unggul dan siap bersaing di masa depan.
