Pasuruan – Di tengah derasnya arus digital, ibadah kurban menemukan wajah baru. Bukan sekadar pembagian daging secara konvensional, seorang pengusaha muda di Kabupaten Pasuruan memanfaatkan media sosial sebagai jembatan berbagi, menghadirkan cara berbeda agar manfaat kurban menjangkau lebih banyak orang.
Pengusaha muda asal Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Wildan Firmansyah (30), menyalurkan ratusan paket daging kurban dari dua ekor sapi pada Sabtu (30/5/2026). Selain mendistribusikan daging kepada warga sekitar melalui sistem kupon, ia juga memberikan paket kurban kepada para pengikut akun TikTok miliknya, @wildansapipasuruanmurah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas penerima manfaat sekaligus menyesuaikan pola interaksi masyarakat yang kini semakin dekat dengan platform digital.
“Selain melalui kupon bagi warga sekitar, kami juga membagikan kepada followers TikTok agar manfaatnya lebih luas dan transparan,” ujar Wildan.
Menurutnya, mekanisme pengambilan daging bagi para pengikut media sosial dibuat sederhana. Mereka hanya perlu menunjukkan akun TikTok kepada panitia untuk dilakukan verifikasi sebelum menerima paket daging kurban. Cara ini dinilai efektif karena memudahkan proses pendataan sekaligus memastikan bantuan diterima oleh penerima yang sesuai.
“Cukup tunjukkan akun TikTok ke panitia. Jika terverifikasi sebagai follower, langsung mendapatkan paket daging kurban,” jelasnya.
Wildan mengungkapkan bahwa pemanfaatan TikTok dalam kegiatan sosial tersebut tidak terlepas dari aktivitas usahanya selama musim kurban. Sebelumnya, ia memasarkan hewan kurban melalui siaran langsung di platform yang sama. Karena itu, momentum Idul Adha dimanfaatkannya untuk berbagi kepada para pengikut yang selama ini turut mendukung perkembangan usahanya.
“Karena sebelumnya kami juga berjualan hewan kurban lewat live TikTok, maka kami ingin berbagi kembali kepada para followers yang telah mendukung,” imbuhnya.
Selain berbagi daging kurban, Wildan juga mengajak masyarakat dan kalangan pelaku usaha untuk memahami makna kurban sebagai bentuk keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Ia menilai ibadah kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
“Kurban mengajarkan keikhlasan. Ketika kita mampu berbagi, insyaallah rezeki akan digantikan bahkan dilipatgandakan. Biasanya, orang yang rutin berkurban justru semakin bertambah rezekinya,” tuturnya.
Menurut Wildan, kegiatan berbagi semacam ini memiliki nilai yang lebih luas karena mampu mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus membangun solidaritas sosial. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial, kepedulian terhadap sesama menjadi modal penting dalam menjaga kebersamaan masyarakat.
“Semoga apa yang kami lakukan ini membawa berkah dan semakin mempererat kebersamaan di antara kita,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Warga dari berbagai wilayah datang untuk mendapatkan paket daging kurban yang dibagikan panitia. Tidak sedikit pula yang hadir untuk bertemu langsung dengan sosok Wildan yang dikenal aktif membangun usahanya melalui media sosial.
Inovasi pembagian daging kurban yang menggabungkan pendekatan konvensional dan digital ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas manfaat kegiatan sosial. Dengan tetap mengedepankan nilai kebersamaan dan transparansi, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir.
