Kerinci – Duka kerap datang tanpa aba-aba, meninggalkan ruang sunyi yang terasa berat dijalani sendiri. Namun, di tengah kesedihan itu, kehangatan kebersamaan hadir memberi penguatan. Sekretaris DPRD Kabupaten Kerinci, Jondri Ali bersama jajaran Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci menunjukkan kepedulian dengan mendatangi rumah salah satu pegawai non ASN yang tengah berduka atas wafatnya anggota keluarga tercinta.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan solidaritas keluarga besar Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci terhadap pegawai yang sedang menghadapi musibah. Kehadiran rombongan bukan hanya untuk menyampaikan ucapan belasungkawa, tetapi juga memberikan dukungan moril, doa, serta semangat agar keluarga yang ditinggalkan tetap kuat menjalani masa-masa sulit. Dalam suasana haru yang menyelimuti rumah duka, rombongan turut mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Keberadaan kami di sini adalah bentuk kebersamaan dan rasa kekeluargaan di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan menghadapi musibah ini,” ungkap Jondri Ali.
Ia menegaskan bahwa nilai kebersamaan di lingkungan kerja tidak hanya hadir saat menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian sosial ketika salah satu keluarga besar mengalami musibah. Menurutnya, dukungan emosional menjadi bagian penting dalam membantu keluarga yang sedang kehilangan agar tidak merasa sendiri menghadapi cobaan.
Suasana kunjungan berlangsung penuh kekhidmatan. Doa-doa dipanjatkan bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran jajaran Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci juga menjadi simbol bahwa hubungan antarsesama pegawai, baik ASN maupun non ASN, terjalin lebih dari sekadar relasi profesional, melainkan telah tumbuh menjadi ikatan persaudaraan yang saling menjaga.
Di tengah dinamika pekerjaan pemerintahan yang padat, momen seperti ini memperlihatkan sisi humanis birokrasi yang kerap luput dari perhatian publik. Kepedulian yang ditunjukkan menjadi pesan kuat bahwa solidaritas tetap tumbuh dalam lingkungan kerja, terutama ketika salah satu anggota keluarga besar sedang diuji oleh kehilangan.
Kunjungan belasungkawa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehadiran dan perhatian sederhana dapat memberi arti besar bagi mereka yang tengah berduka. Dalam suasana kehilangan, kebersamaan menjadi penguat yang membantu keluarga melewati masa sulit dengan lebih tabah dan penuh keikhlasan.
