Mojokerto – Langit senja di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto dipenuhi suasana haru dan doa ketika ratusan jamaah calon haji bersiap memulai perjalanan spiritual menuju Tanah Suci. Di tengah lambaian keluarga dan lantunan doa, Pemerintah Kabupaten Mojokerto resmi memberangkatkan jamaah haji kloter 64 menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (7/5/2026) malam.
Sebanyak 374 jamaah calon haji asal Kabupaten Mojokerto diberangkatkan menggunakan sembilan armada bus sekitar pukul 18.45 WIB. Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko.
Sebelum keberangkatan, Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu memimpin doa bersama dan memberikan pesan kepada seluruh jamaah agar menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan, menjaga kondisi kesehatan, serta saling membantu selama berada di Tanah Suci.
“Semoga jamaah haji Kabupaten Mojokerto menjadi haji yang mabrur, dan diberikan keselamatan oleh Allah Swt,” ucap Gus Barra.
Menurutnya, keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur dari kesempurnaan menjalankan rukun dan wajib haji, tetapi juga dari sikap sabar, keikhlasan, serta kemampuan menjaga perilaku selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Ia berharap para jamaah dapat menjaga nama baik daerah dan menjadi teladan sepulang dari Tanah Suci.
Suasana pemberangkatan berlangsung tertib dan penuh khidmat. Sejumlah keluarga tampak mengantar kerabat mereka sambil memanjatkan doa agar perjalanan ibadah berjalan lancar dan seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Untuk memastikan keamanan selama perjalanan menuju Surabaya, rombongan jamaah mendapat pengawalan kendaraan patroli dan pengawalan (patwal) dari Polres Mojokerto bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto. Pengawalan dilakukan agar perjalanan berlangsung aman dan tepat waktu menuju Asrama Haji Sukolilo.
Selain pengamanan lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menyiagakan dukungan layanan kesehatan bagi jamaah. Sejumlah ambulans dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto turut disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat medis selama proses pemberangkatan berlangsung.
Pemberangkatan jamaah haji tahun ini menjadi momentum penting bagi para calon tamu Allah yang telah menanti kesempatan berhaji selama bertahun-tahun. Banyak jamaah terlihat terharu ketika berpamitan dengan keluarga sebelum memasuki bus keberangkatan.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap seluruh jamaah dapat menjalani ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air membawa predikat haji mabrur. Selain itu, para jamaah juga diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat setelah kembali dari Tanah Suci dengan membawa nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan persaudaraan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji.
