Banyuwangi – Pagi yang semula berjalan biasa di tengah hamparan perkebunan karet Desa Karangharjo mendadak berubah tegang setelah sebuah benda menyerupai granat ditemukan tertanam di tanah. Temuan itu sontak membuat pekerja kebun panik karena benda tersebut diduga masih aktif dan berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar.
Granat gagal ledak itu ditemukan di area Afdeling Besaran, Kebun Kendenglembu, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja kebun bernama Aladin (45) saat melakukan aktivitas pemupukan di area perkebunan karet.
Saat sedang bekerja, Aladin melihat benda mencurigakan yang sebagian tertanam di tanah. Bentuknya yang menyerupai bahan peledak membuatnya segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari lokasi. Ia kemudian melaporkan temuannya kepada pihak administrasi perkebunan untuk diteruskan kepada aparat kepolisian.
Laporan resmi diterima Polsek Glenmore sekitar pukul 09.55 WIB. Mendapat informasi tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara guna melakukan pengamanan awal. Polisi segera memasang garis pembatas dan mensterilkan area agar warga maupun pekerja kebun tidak mendekat ke lokasi penemuan.
Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, mengatakan langkah cepat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk mengingat benda tersebut diduga masih aktif.
“Begitu kami menerima informasi, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan awal. Area langsung kami sterilkan dan dipasang garis polisi agar masyarakat tidak mendekat,” ujar AKP Budi Hermawan, Rabu (6/5/2026).
Setelah dilakukan pengamanan, penanganan kasus kemudian dilimpahkan ke Polresta Banyuwangi yang selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Komposit Gegana Unit Jibom Sat Brimob Polda Jawa Timur. Tim penjinak bom dari Kompi Bondowoso dipimpin Aipda Halili tiba di lokasi sekitar pukul 14.40 WIB untuk melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap benda tersebut.
Hasil pemeriksaan memastikan benda yang ditemukan merupakan granat tangan jenis 5 Off buatan Pindad dalam kondisi gagal ledak. Meski tidak meledak saat ditemukan, granat tersebut tetap dinilai memiliki potensi bahaya tinggi apabila tersentuh atau mengalami tekanan tertentu.
Demi menghindari risiko terhadap warga dan lingkungan sekitar, tim Gegana memutuskan melakukan disposal atau pemusnahan langsung di lokasi penemuan. Proses pemusnahan dilakukan menggunakan prosedur standar penjinakan bahan peledak dengan pengamanan ketat di radius tertentu.
Suasana perkebunan sempat sunyi ketika proses disposal berlangsung. Petugas memastikan seluruh pekerja dan warga berada di titik aman sebelum granat dimusnahkan. Beruntung, proses pemusnahan berjalan lancar tanpa menimbulkan ledakan besar maupun dampak kerusakan di sekitar lokasi.
AKP Budi Hermawan mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh ataupun memindahkan benda mencurigakan yang ditemukan di lingkungan sekitar. Menurutnya, tindakan tersebut sangat berisiko dan dapat membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau warga jika menemukan benda yang diduga berbahaya, segera laporkan ke pihak berwajib dan jangan mencoba menanganinya sendiri,” tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait asal-usul granat tersebut dan bagaimana benda itu bisa berada di area perkebunan karet. Sementara itu, situasi di lokasi dipastikan kembali aman dan aktivitas perkebunan telah berjalan normal seperti biasa.
