Mahulu – Organisasi tanpa arah ibarat perahu tanpa dayung; bergerak, namun tak tentu tujuan. Konferensi Cabang (Konfercab) II Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Mahakam Ulu menjadi momentum penting untuk menentukan arah tersebut, dengan fokus baru pada sektor pendidikan dan ekonomi kreatif.
Kegiatan yang digelar di Aula Pondok Pesantren Wali Songo Mahulu pada Selasa (5/5/2026) ini diikuti oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dari lima kecamatan di wilayah Mahulu. Dalam forum tersebut, Rad Dhuha Sujono Bumiharjo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PCNU Mahulu setelah memperoleh persetujuan penuh dari seluruh peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Dhuha menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan hal ringan, sehingga membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh warga NU untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.
“Organisasi NU ini rumah kita bersama, maka mari kita jaga bersama, kita harus saling mendukung agar ke depan organisasi ini semakin baik, dan semua kegiatan yang kita laksanakan bisa berjalan sukses. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan ke depan akan memprioritaskan dua sektor utama, yakni pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar masyarakat Mahulu mampu bersaing dengan daerah lain.
“NU ini memiliki kekuatan sangat besar, cuma selama ini kekuatan itu belum kita koordinir. Dalam pandangan saya sebenarnya sangat mudah, nanti kita lihat potensinya. Artinya tidak hanya orang NU saja, tapi juga terbuka untuk siapa saja. Dalam toleransi kemasyarakatan itu kita bisa belajar bersama,” ungkapnya.
Di sektor ekonomi, Dhuha melihat Mahulu memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia mencontohkan masih luasnya lahan pertanian yang belum dikelola secara maksimal, serta banyaknya warga NU yang telah menjalankan usaha mandiri dengan kreativitas tinggi.
Sebagai langkah konkret, PCNU Mahulu berencana membentuk wadah bernama “NU Umat” yang akan berfungsi menghimpun dan memasarkan berbagai produk usaha masyarakat secara lebih luas.
“Di sektor ekonomi ini yang perlu kita perkuat ke depan. Banyak potensi yang perlu dikembangkan. Sebenarnya masyarakat NU sendiri sudah pada kreatif, saya melihat ada ibu-ibu punya usaha kreatif yang bervariasi hanya saja itu semua belum terhimpun. Jadi ke depan NU tinggal menghimpun saja karya tersebut, lalu kita pasarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Mahulu periode 2021–2026, Wari Sulton, berharap kepengurusan baru dapat terus meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah.
“Kita berharap agar NU ke depan bisa lebih bermanfaat bagi orang banyak. Kemudian bisa menjadi partner yang lebih kompeten dan kreatif, termasuk dalam mendukung program pembangunan di Mahakam Ulu,” ujarnya.
Dengan hasil Konfercab ini, NU Mahulu diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan berbasis masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan ekonomi kreatif di daerah.
