Kerinci – Hamparan kuning jagung yang menguning bak “emas ladang” menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Air Hangat Barat. Di tengah upaya menjaga stabilitas pangan nasional, desa-desa di wilayah ini menunjukkan bahwa kekuatan pangan bisa tumbuh dari tanah sendiri.
Kegiatan panen jagung serentak digelar di Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Kamis (30/4/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Acara ini melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, serta unsur aparat keamanan yang turut hadir memberikan dukungan langsung di lapangan. Camat Air Hangat Barat, Irpelita, S.Pd, hadir bersama jajaran staf kecamatan, didampingi Kapolsek Air Hangat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta para pendamping desa.
Panen serentak ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang ada di wilayah tersebut. Dengan memanfaatkan lahan secara maksimal, masyarakat berhasil meningkatkan produksi jagung lokal yang diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa.
“Panen jagung serentak ini menjadi bukti bahwa desa-desa di Air Hangat Barat memiliki komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan pemanfaatan lahan yang maksimal, hasil yang dicapai cukup menggembirakan dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 90 persen,” ujar Suharto, Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Air Hangat Barat.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kelompok tani, hingga aparat keamanan yang secara aktif mendampingi masyarakat. Pendampingan intensif dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Selain meningkatkan ketersediaan pangan, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Hasil panen jagung yang melimpah memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi petani, sekaligus membuka potensi pengembangan usaha turunan berbasis hasil pertanian.
Camat Air Hangat Barat, Irpelita, S.Pd, memberikan apresiasi atas semangat kolaboratif yang ditunjukkan masyarakat dan pemerintah desa. Ia menilai, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa desa memiliki peran strategis dalam mendukung agenda besar pembangunan nasional, khususnya di bidang pangan.
Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh. Dengan sinergi yang terus terjaga, panen jagung serentak ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di Kerinci.
