Kerinci – Seperti mesin yang baru dinyalakan, percepatan digitalisasi desa di Kabupaten Kerinci mulai bergerak lebih cepat melalui program GEMA DESA (Gerbang Elektronik Masyarakat Desa). Pemerintah daerah menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar inovasi, tetapi kebutuhan mendesak di tengah tuntutan pelayanan publik yang serba cepat dan transparan.
Kegiatan Komitmen Bersama Percepatan Digitalisasi Desa yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci melibatkan berbagai unsur penting pemerintahan. Mulai dari Bupati dan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, hingga para kepala desa dan forum kepala desa turut hadir dalam agenda tersebut. Upaya ini bertujuan memperkuat penerapan sistem pelayanan berbasis teknologi guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas di tingkat desa.
“Digitalisasi desa bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta mempercepat pembangunan berbasis data,” ujar Bupati Kerinci, Monadi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program GEMA DESA sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak yang terlibat.
“Ini merupakan kebijakan baru yang membutuhkan komitmen bersama untuk kita laksanakan,” tegas Bupati Monadi.
Meski komitmen telah dibangun, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak kecil. Sejumlah desa masih menghadapi kendala dalam menyelesaikan pengajuan layanan masyarakat. Di Desa Kecil, Kecamatan Air Hangat Barat, misalnya, dari 91 pengajuan, hanya sebagian kecil yang berhasil diproses, sementara mayoritas masih menunggu. Hal serupa terjadi di Desa Koto Dua Baru dan Desa Air Hangat, di mana puluhan berkas layanan belum terselesaikan.
Namun demikian, tidak semua desa mengalami hambatan yang sama. Beberapa desa justru menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam implementasi sistem digital. Desa Sungai Asam di Kecamatan Kayu Aro Barat berhasil menyelesaikan sebagian besar pengajuan layanan, begitu pula Desa Pendung Talang Genting di Kecamatan Danau Kerinci yang mencatat progres signifikan dalam pelayanan berbasis digital.
Perbedaan capaian antar desa ini menjadi indikator adanya kesenjangan dalam penerapan digitalisasi, baik dari sisi kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, maupun pemahaman terhadap sistem yang digunakan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci agar transformasi digital tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar berjalan efektif di seluruh wilayah.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kerinci pun diharapkan berperan lebih aktif dalam memperkuat jaringan, sistem, serta integrasi layanan digital desa. Optimalisasi ini penting untuk menghindari penumpukan berkas dan mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat.
Dengan langkah yang terus digenjot dan komitmen lintas sektor yang telah dibangun, Pemerintah Kabupaten Kerinci optimistis program GEMA DESA mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan desa yang mandiri, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital. (ADV).
