Bontang – Di tengah arus digitalisasi, pelayanan publik dituntut bergerak lebih cepat dan responsif. Pemerintah Kota Bontang pun menjawab tantangan itu dengan memperkuat sistem layanan berbasis daring melalui aplikasi Pondok Pasilan, yang kini terus dikembangkan sebagai garda depan pelayanan administrasi kependudukan.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Layanan Online di Ruang Tanjung Pandan, Hotel Bintang Sintuk, pada Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh operator dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), kecamatan, serta kelurahan se-Kota Bontang, dan turut dihadiri Sekretaris Disdukcapil Provinsi Kalimantan Timur, Sulekan.
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari upaya nyata dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai transformasi digital menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan yang efisien dan transparan.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan administrasi kependudukan secara lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel melalui Aplikasi Pondok Pasilan. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bontang untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong para peserta bimtek untuk mampu merumuskan standar operasional prosedur (SOP) yang efektif agar layanan digital dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Menurutnya, inovasi teknologi harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.
“Aplikasi Pondok Pasilan tidak boleh hanya menjadi simbol inovasi, tetapi harus menjadi instrumen efektif dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, menjelaskan bahwa Pondok Pasilan merupakan platform layanan daring yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. Sistem ini diharapkan mampu memangkas waktu dan biaya, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
“Petugas operator dituntut memiliki pemahaman teknis dan keterampilan yang profesional. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 22 orang dari Disdukcapil, 15 orang dari kelurahan, dan 3 orang dari kecamatan,” jelas Budiman.
Untuk memperkuat pemahaman teknis, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Vincentius Samadi dari Disdukcapil Provinsi Kalimantan Timur dan Eliza Marcella Sarah dari Disdukcapil Kota Balikpapan. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan wawasan praktis terkait implementasi layanan digital yang efektif.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Bontang optimistis transformasi digital di sektor administrasi kependudukan dapat berjalan lebih optimal. Dengan dukungan SDM yang terlatih dan sistem yang terintegrasi, layanan publik diharapkan semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
Pada akhirnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga inklusif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
