Bondowoso – Peran ibu diibaratkan “jantung kehidupan keluarga”, dan dari ruang sederhana itulah masa depan daerah dipertaruhkan. Semangat itulah yang mengemuka dalam pelantikan pengurus Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan se-Kabupaten Bondowoso, Kamis (16/04/2026).
Pelantikan yang dipimpin Ketua TP PKK Bondowoso, Khodijatul Qodriyah Hamid, diikuti perwakilan dari 14 kecamatan, seperti Tamanan, Cerme, Maesan, Wringin, hingga Grujugan. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran PKK dalam pembangunan berbasis keluarga.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa PKK bukan sekadar organisasi formal, melainkan motor penggerak kesejahteraan masyarakat yang bekerja langsung di tingkat bawah melalui jaringan Dasawisma. Ia menyebut peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“PKK adalah ujung tombak pemerintah daerah yang bekerja melalui Dasawisma. Peran ibu-ibu sangat strategis karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata Hamid.
Ia menyoroti dua isu utama yang menjadi perhatian nasional, yakni percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan pangan serta energi. Menurutnya, keterlibatan aktif kader PKK sangat dibutuhkan, terutama dalam mendampingi layanan kesehatan di Posyandu dan memberikan edukasi kepada ibu hamil.
“Saya menitipkan pesan agar ibu-ibu turut memastikan anak-anak Bondowoso tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan kompetitif,” ujarnya.
Selain sektor kesehatan, Bupati juga menekankan pentingnya ketahanan pangan berbasis keluarga. Ia mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pangan sehari-hari sebagai langkah konkret mendukung kemandirian pangan daerah.
Tak kalah penting, ia mengingatkan perlunya peningkatan literasi digital di lingkungan keluarga. Menurutnya, ibu memiliki peran vital sebagai filter informasi untuk mencegah penyebaran hoaks sekaligus melindungi anak dari dampak negatif penggunaan media sosial.
Sementara itu, Ketua TP PKK Bondowoso, Khodijatul Qodriyah Hamid, menegaskan bahwa PKK merupakan gerakan nasional yang tumbuh dari masyarakat dan ditujukan untuk meningkatkan kualitas keluarga.
“Kami berpegang pada 10 Program Pokok PKK yang mencakup pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi keluarga. Harapannya, masyarakat mampu mengelola potensi secara mandiri dan produktif,” kata Khodijatul.
Ia menambahkan, kolaborasi antara kader PKK dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam menciptakan keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran PKK di tingkat kecamatan dalam menjawab berbagai tantangan sosial, terutama dalam menciptakan generasi bebas stunting dan keluarga yang tangguh di Bondowoso.
