Kediri – Di tengah geliat olahraga yang kian dinamis, lapangan hijau tak lagi sekadar tempat berlari, melainkan ruang lahirnya mimpi-mimpi baru. Inzia Mini Soccer Kediri menghadirkan energi itu melalui turnamen yang bukan hanya kompetisi, tetapi juga panggung pembinaan bagi calon atlet masa depan.
Turnamen Inzia Mini Soccer Kediri Cup Series #1 resmi digelar dengan melibatkan 32 tim dari berbagai wilayah Kediri dan sekitarnya. Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan cabang olahraga futsal dan mini soccer, yang kini mulai mendapat perhatian serius dan bahkan direncanakan masuk dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Antusiasme peserta terlihat tinggi, terbukti dari total 120 klub yang mendaftar sebelum akhirnya diseleksi menjadi 32 tim terbaik.
Manajer Operasional Inzia Mini Soccer, Eryoni Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak seperti KONI, ASKAB, hingga komunitas olahraga mini soccer untuk memperkuat pembinaan atlet di Kediri. Ia menegaskan bahwa fasilitas yang tersedia tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga untuk pengembangan pemain secara berkelanjutan.
“Kami siap mendukung program pembinaan, bahkan tim-tim seperti AG Women Kediri sudah kami wadahi dengan berlatih di sini dengan harga khusus dalam program pembinaan,” ujar Eryoni, Minggu (5/4/2026).
Selain kompetisi, kekuatan utama Inzia Mini Soccer terletak pada fasilitas yang ditawarkan. Lapangan ini menggunakan rumput sintetis berkualitas tinggi dengan spesifikasi setara dengan yang digunakan untuk latihan klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur. Rumput tersebut memiliki tingkat kerapatan mencapai 16 ribu dengan tinggi sekitar 6 sentimeter, memberikan kenyamanan sekaligus standar permainan yang profesional.
Saifurrahman Nur Hasan dari manajemen Inzia Mini Soccer menjelaskan bahwa tempat ini dirancang tidak hanya sebagai lapangan olahraga, tetapi juga sebagai ruang komunitas yang inklusif. Ia berharap keberadaan fasilitas ini mampu menjadi wadah pencarian bakat sekaligus pengembangan minat olahraga di kalangan masyarakat.
“Kami ingin tempat ini menjadi wadah bagi komunitas, sekaligus ruang untuk mencari bibit pemain, khususnya di cabang olahraga sepak bola,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kualitas lapangan menjadi prioritas utama demi menghadirkan pengalaman bermain yang optimal bagi para pengguna.
“Kami mendapat informasi dari pabrik bahwa salah satu klub Liga Inggris, Tottenham Hotspur, menggunakan kualitas rumput yang setara dengan yang kami pakai di sini,” ungkapnya.
Lapangan berukuran 30 x 50 meter ini dilengkapi area tambahan di sisi kanan dan kiri, sehingga total luas mencapai sekitar 54 x 56 meter, sesuai standar mini soccer. Tak hanya itu, fasilitas pendukung seperti ruang ganti ber-AC, kamar mandi, hingga area duduk penonton turut melengkapi kenyamanan. Bahkan tersedia kafe untuk menunjang aktivitas santai para pemain dan pengunjung.
“Kami ingin menciptakan nuansa di mana setiap pemain atau klub yang menyewa di sini merasa seperti pemain profesional,” tambah Saifurrahman.
Fenomena meningkatnya minat terhadap mini soccer juga menjadi faktor pendorong berkembangnya fasilitas ini. Olahraga ini dinilai menjadi jembatan antara sepak bola konvensional dan futsal, sehingga diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja. Aktivitas di lapangan pun paling ramai pada sore hingga malam hari, antara pukul 16.00 hingga 22.00.
Ke depan, pengelola berencana menggelar kompetisi rutin sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Dengan tarif sewa yang bervariasi mulai Rp400 ribu hingga Rp600 ribu per jam, serta program khusus bagi member, Inzia Mini Soccer optimistis mampu menjadi pusat pertumbuhan olahraga di Kediri.
Dengan kombinasi fasilitas modern, kompetisi terstruktur, dan semangat kolaborasi, Inzia Mini Soccer Kediri tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya generasi atlet baru yang siap bersaing di level lebih tinggi.
