Tuban – Seorang warga Kabupaten Tuban mengaku kecewa setelah klaim asuransi ponsel miliknya ditolak, meski perangkat tersebut mengalami kerusakan akibat jatuh saat digunakan di jalan. Kasus ini menjadi viral setelah diunggah melalui video oleh advokat sekaligus konten kreator Muhammad Sholeh atau yang dikenal sebagai Cak Sholeh pada Kamis (27/3/2026).
Dalam video tersebut, korban bernama Nono Suhartono menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Ia mengaku membeli ponsel merek Vivo di gerai Erafone Tuban pada Oktober 2025 dengan harga lebih dari Rp4 juta dan mengambil asuransi tambahan sekitar Rp350 ribu.
Saat pembelian, menurut Nono, pihak penjual menjelaskan bahwa asuransi tersebut dapat digunakan apabila ponsel mengalami kerusakan akibat jatuh atau kecelakaan. “Beli HP bulan Oktober 2025 di Erafone Tuban, sekalian ambil asuransi juga,” ujar Nono dalam video tersebut.
Namun, peristiwa nahas terjadi pada Rabu (19/2/2026) sekitar pukul 19.20 WIB. Saat itu, ponsel digunakan untuk navigasi dan diletakkan pada holder kendaraan. Ketika melintas di jalan berlubang, ponsel terjatuh dari holder hingga mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan kembali. “HP jatuh dari holder saat jalan berlubang, terus rusak tidak bisa nyala lagi,” ungkapnya.
Setelah kejadian tersebut, Nono kemudian mengajukan klaim ke pihak gerai tempat ia membeli ponsel. Dalam prosesnya, ia mengaku diminta membayar biaya tambahan sebelum perangkat dikirim ke pihak asuransi yang disebut dalam video sebagai Bolttech.
Namun, setelah proses sekitar satu minggu, klaim tersebut akhirnya ditolak dengan alasan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Katanya tidak sesuai kronologi dengan kondisi barang,” kata Nono.
Merasa kecewa, Nono kemudian mendatangi Surabaya untuk mencari keadilan dengan menemui advokat Muhammad Sholeh atau Cak Sholeh. Menanggapi hal tersebut, Cak Sholeh menyebut kasus seperti ini sering terjadi dan meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum membeli asuransi tambahan. “Ini sering terjadi, janji manis di awal, tapi saat klaim dipersulit,” ujar Cak Sholeh dalam video tersebut.
Kasus ini kemudian menjadi perhatian publik setelah video tersebut beredar luas di media sosial pada Kamis (27/3/2026). Banyak warganet menyoroti transparansi layanan asuransi gadget yang dinilai masih membingungkan konsumen.
Hingga berita ini ditulis pada Sabtu (29/3/2026), pihak gerai penjualan maupun perusahaan asuransi yang disebut dalam video belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan klaim tersebut. Korban berharap ada solusi atau klarifikasi dari pihak terkait agar kasus serupa tidak dialami konsumen lainnya di kemudian hari.
