Mojokerto – Seperti “rezeki yang datang bersama aroma kue Lebaran”, usaha kue kering rumahan MELLFIE COOKIES di Kabupaten Mojokerto justru melejit saat Ramadan, mencatatkan omzet hingga puluhan juta rupiah dalam waktu singkat.
UMKM yang berlokasi di Dusun Gembongan RT 34 RW 08, Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg ini mencatat pencapaian signifikan pada musim Ramadan tahun 2026. Sejak dibuka pertama kali pada Ramadan 2022 dengan sistem pre-order (PO), usaha ini terus mengalami pertumbuhan. Tahun ini, peningkatan penjualan mencapai sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total pesanan menyentuh angka 7.000 toples kue kering. Seluruh transaksi dilakukan secara daring dengan sistem pemesanan awal guna menyesuaikan kapasitas produksi yang terbatas.
“Awalnya hanya coba-coba open pre-order pada tahun 2022, ternyata banyak yang ikut PO dan berjalan lancar. Dari tahun ke tahun penjualan terus meningkat karena bertambahnya customer dan reseller,” ujar Melisa (26), pemilik usaha tersebut.
Varian produk yang ditawarkan pun cukup beragam, mencapai 20 jenis kue kering. Di antaranya yang paling diminati adalah nastar, kastengel, dan bola coklat. Selain itu, tersedia pula pilihan lain seperti putri salju, thumbprint, hingga brownis kering. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar antara Rp13.000 hingga Rp14.000 per toples ukuran 250 gram, sehingga menarik minat berbagai kalangan konsumen.
Dalam proses produksinya, MELLFIE COOKIES melibatkan 16 tenaga kerja yang dibagi dalam dua shift kerja, yakni pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dan dilanjutkan pukul 14.00 hingga 23.00 WIB. Setiap hari, tim mampu menghasilkan sekitar 150 hingga 200 toples kue kering untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat menjelang Idulfitri.
Meski demikian, tingginya permintaan juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha. Kenaikan harga bahan baku serta keterbatasan kapasitas produksi menjadi kendala utama yang dihadapi. Bahkan, tidak sedikit pesanan yang terpaksa ditolak karena jumlahnya melampaui kemampuan produksi harian.
“Permintaan sebenarnya masih banyak, tapi kami harus menyesuaikan dengan kapasitas produksi agar kualitas tetap terjaga,” ungkap Melisa.
Sementara itu, salah satu pekerja, Yesha (20), mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama bekerja di usaha tersebut sejak 2023. Ia tidak hanya bertugas di bagian oven, tetapi juga terlibat dalam proses lain seperti pencetakan hingga finishing produk.
“Dengan ikut usaha ini saya jadi tahu proses pembuatan kue kering dari bahan mentah sampai jadi. Harapannya usaha ini bisa terus berjalan setiap tahun, bahkan tidak hanya saat Lebaran saja,” katanya.
Ke depan, MELLFIE COOKIES diharapkan mampu memperluas pasar dan tidak hanya bergantung pada momentum Ramadan. Dengan tren permintaan yang terus meningkat, peluang untuk berkembang menjadi usaha sepanjang tahun terbuka lebar, sekaligus memperkuat peran UMKM dalam mendorong ekonomi lokal.
