Mojokerto – Hamparan hijau yang biasanya tegak menjelang panen kini tampak rebah diterpa cuaca. Hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah tanaman padi di Kecamatan Kutorejo roboh, menyisakan kekhawatiran bagi para petani.
Peristiwa ini terjadi di beberapa area persawahan di Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (6/3/2026). Tanaman padi yang sebelumnya tumbuh normal kini terlihat rebah setelah diterpa hujan dan angin yang cukup kuat. Kondisi ini terutama terjadi pada lahan yang sudah memasuki masa menjelang panen.
Salah satu petani setempat, Rifky, mengungkapkan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama kerusakan tanaman tersebut. Hujan yang turun hampir setiap hari disertai angin kencang membuat batang padi tidak mampu bertahan.
“Beberapa hari ini sering turun hujan disertai angin. Akibatnya sebagian padi jadi roboh seperti ini,” ujarnya saat ditemui di area persawahan.
Menurutnya, kondisi padi yang roboh akan menyulitkan proses panen. Selain itu, risiko kerusakan juga semakin besar apabila hujan kembali turun dan menyebabkan tanaman terendam air.
Petani di wilayah Kutorejo kini menghadapi tantangan tambahan menjelang masa panen. Padi yang rebah tidak hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk dipanen, tetapi juga berpotensi mengalami penurunan kualitas hasil panen.
Situasi ini menjadi perhatian karena masa panen merupakan periode penting bagi petani untuk mendapatkan hasil maksimal dari usaha yang telah dilakukan selama beberapa bulan. Kerusakan akibat cuaca dapat berdampak langsung pada produktivitas dan pendapatan petani.
Selain faktor angin kencang, curah hujan yang tinggi juga menjadi penyebab utama melemahnya batang padi. Tanaman yang sudah berat dengan bulir padi cenderung lebih mudah roboh ketika diterpa angin.
Para petani berharap kondisi cuaca segera membaik dalam beberapa hari ke depan. Harapan tersebut penting agar tanaman padi yang masih berdiri dapat bertahan hingga masa panen dan tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa faktor cuaca masih menjadi salah satu tantangan utama dalam sektor pertanian. Ketergantungan terhadap kondisi alam membuat petani harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi hasil panen.
