Surabaya – Dunia perhotelan ibarat panggung besar pelayanan, tempat setiap detail pengalaman tamu menjadi prioritas utama. Semangat itulah yang dibawa dalam kegiatan Hospitality Talks yang diselenggarakan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dengan menghadirkan praktisi industri sebagai dosen tamu untuk berbagi pengalaman langsung kepada mahasiswa.
Kegiatan ini menghadirkan Aries Luhur Haryono, Marketing & Communications Manager Aston Inn Jemursari Surabaya, sebagai narasumber utama. Acara yang berlangsung di lingkungan Universitas Negeri Surabaya ini diikuti oleh 97 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni yang mengikuti sesi diskusi dengan penuh antusias. Dalam kesempatan tersebut, Aries—yang akrab disapa “Opa”—membagikan berbagai wawasan mengenai dinamika industri hospitality, mulai dari tren perkembangan hotel hingga pentingnya kualitas pelayanan kepada tamu.
“Industri hospitality bukan hanya tentang fasilitas, tetapi tentang bagaimana kita menciptakan pengalaman yang berkesan bagi tamu. Pelayanan yang tulus dan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cepat adalah kunci utama,” ujar Aries dalam sesi presentasinya.
Dalam pemaparannya, Aries juga menjelaskan pentingnya service excellence sebagai fondasi utama dalam industri perhotelan. Ia menekankan bahwa setiap karyawan hotel harus mampu memberikan layanan terbaik sekaligus memahami cara menangani keluhan tamu secara profesional agar kepuasan pelanggan tetap terjaga.
Selain membahas konsep pelayanan, para mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai istilah yang umum digunakan dalam operasional hotel. Beberapa istilah tersebut antara lain check-in, check-out, room upgrade, serta mekanisme komunikasi antar departemen yang menjadi bagian penting dari operasional hotel sehari-hari.
Diskusi berlangsung semakin interaktif ketika sesi tanya jawab dibuka. Para mahasiswa terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang karier di industri hospitality hingga perbedaan konsep bisnis yang diterapkan dalam sektor perhotelan.
Salah satu mahasiswa peserta, Anya, mengaku tertarik dengan pembahasan mengenai perbandingan antara outlet Food & Beverage di hotel dengan outlet F&B independen.
“Saya sangat tertarik mengetahui bagaimana standar operasional di outlet F&B hotel dibandingkan dengan outlet independen. Penjelasan dari narasumber memberikan gambaran yang jelas tentang perbedaan standar pelayanan, brand image, dan pengalaman tamu yang ditawarkan,” ujar Anya.
Dosen Program Studi S1 Sastra Inggris, Ayu Saraswati, S.Hum., M.Hum., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena dinilai mampu memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai dunia kerja di sektor hospitality.
“Kegiatan Hospitality Talks seperti ini sangat penting bagi mahasiswa karena memberikan wawasan langsung dari praktisi industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memahami realitas dunia kerja, khususnya dalam industri hospitality yang dinamis,” ungkap Ayu Saraswati.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh gambaran nyata mengenai peluang karier di sektor perhotelan sekaligus memahami keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dalam industri tersebut. Selain menjadi sarana pembelajaran praktis, Hospitality Talks juga mempererat hubungan antara dunia akademik dengan pelaku industri.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan serupa diharapkan dapat terus diselenggarakan di masa mendatang sebagai wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri hospitality dalam mencetak talenta muda yang siap bersaing di dunia kerja.
