Bondowoso – Ramadan sering dimaknai sebagai ruang mempererat silaturahmi, namun di Bondowoso suasananya terasa lebih dari sekadar kebersamaan. Di tengah hangatnya buka puasa bersama pada Sabtu (14/3/2026), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar Safari Ramadan yang menjadi ajang memperkuat soliditas kader hingga ke tingkat akar rumput.
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Bondowoso itu mempertemukan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bondowoso dengan para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 23 kecamatan. Puluhan kader hadir dalam satu forum yang tidak hanya diisi dengan agenda buka puasa bersama, tetapi juga konsolidasi politik partai untuk memperkuat peran kader di tengah masyarakat.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur sekaligus pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Martin Hamonangan, menjelaskan bahwa Safari Ramadan tersebut merupakan bagian dari agenda konsolidasi partai di seluruh wilayah Jawa Timur. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan struktur partai sekaligus menjaga komunikasi antara pengurus daerah dan kader di tingkat bawah.
“Safari Ramadan ini kita laksanakan di 38 kabupaten/kota. Ini bagian dari silaturahmi dengan teman-teman PAC dan seluruh struktur partai hingga tingkat bawah,” ujar Martin.
Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga memberikan tali asih kepada para pengurus PAC di Bondowoso. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian kepada kader yang selama ini menjadi ujung tombak partai di tingkat kecamatan. Tali asih tersebut diharapkan dapat membantu para kader dalam menyambut Hari Raya Idulfitri bersama keluarga mereka.
Selain kepada kader partai, santunan juga disalurkan kepada anak-anak yatim. Bagi Martin, kegiatan sosial seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran partai di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa politik tidak boleh terlepas dari kehidupan rakyat yang menjadi basis perjuangan partai.
“Kita tidak boleh hanya bicara di awang-awang. Kader harus turun langsung melihat kebutuhan masyarakat dan merasakan kondisi rakyat,” tegasnya.
Martin juga menyampaikan pesan tegas kepada para kader PDI Perjuangan yang saat ini menduduki jabatan publik, baik di legislatif maupun eksekutif. Menurutnya, kegiatan yang terlalu bersifat seremonial sebaiknya mulai dikurangi agar fokus kerja lebih diarahkan pada kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami mengimbau kader di legislatif maupun kepala daerah dari PDI Perjuangan agar mengurangi kegiatan seremonial dan lebih banyak turun langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Safari Ramadan tersebut. Ia menilai kegiatan yang mempertemukan pengurus PAC dari seluruh kecamatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kader dalam menjalankan kerja politik partai.
Sinung juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, atas perhatian yang diberikan kepada kader di daerah melalui program tali asih tersebut. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi dorongan moral bagi para kader agar terus aktif bergerak bersama masyarakat.
“Ini menjadi penguat bagi seluruh kader agar terus bekerja, memperkuat partai, sekaligus semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Safari Ramadan ini pun meninggalkan pesan yang kuat bagi para kader PDI Perjuangan di Bondowoso. Di tengah suasana Ramadan yang penuh makna, partai diingatkan untuk terus menjaga kedekatan dengan rakyat, tidak hanya melalui wacana politik, tetapi melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
