Sijunjung – Di atas lembar jawaban, bukan hanya angka yang dipertaruhkan, tetapi juga kejujuran dan harga diri. Madrasah Aliyah Negeri 2 Sijunjung Plus Keterampilan resmi menggelar Ujian Madrasah (UM) Tahun 2026 mulai Senin (2/3/2026) hingga 10 Maret 2026. Bagi siswa kelas XII, momentum ini menjadi fase penentuan setelah tiga tahun menempuh proses pembelajaran, pembinaan karakter, dan penguatan keterampilan.
Pelaksanaan ujian dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Maulana, M.Pd., pada Senin (2/3/2026). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa integritas adalah prinsip utama yang tidak boleh dikompromikan. Menurutnya, nilai akademik tinggi akan kehilangan arti jika diperoleh tanpa kejujuran.
“Ini bukan hanya tentang angka. Ini tentang kejujuran, tanggung jawab, dan harga diri sebagai siswa madrasah. Jaga nama baik diri dan lembaga,” tegas Maulana di hadapan peserta ujian.
Ia menjelaskan, Ujian Madrasah bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan panggung pembuktian karakter. Madrasah, kata dia, berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan etika yang kuat.
Secara teknis, panitia memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai standar operasional prosedur. Ruang ujian ditata dengan rapi dan nyaman, sementara pengawasan dilakukan secara silang oleh guru untuk menjaga objektivitas. Distribusi naskah soal juga dikawal ketat guna meminimalisasi potensi pelanggaran.
Sejak hari pertama, seluruh siswa hadir tepat waktu dan mengikuti ujian dengan tertib. Suasana ruang ujian berlangsung tenang dan kondusif, mencerminkan kesiapan mental serta kesungguhan peserta dalam menghadapi setiap mata pelajaran yang diujikan.
Keunikan MAN 2 Sijunjung terletak pada program “Plus Keterampilan” yang menjadi identitas madrasah. Selain kompetensi akademik, siswa juga dibekali keterampilan praktis sebagai bekal memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Dengan konsep ini, lulusan diharapkan memiliki daya saing yang lebih luas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebelum ujian hari pertama dimulai, seluruh peserta bersama dewan guru melaksanakan doa bersama. Momen spiritual tersebut menjadi penguat batin agar seluruh rangkaian ujian berjalan lancar dan membuahkan hasil terbaik. Kebersamaan itu juga menjadi simbol bahwa keberhasilan siswa tidak lepas dari dukungan dan doa para pendidik.
Ujian Madrasah 2026 di MAN 2 Sijunjung Plus Keterampilan menjadi barometer capaian pembelajaran sekaligus refleksi perjalanan pendidikan selama tiga tahun terakhir. Evaluasi ini diharapkan mampu mengukur sejauh mana kompetensi akademik dan keterampilan benar-benar melekat pada diri siswa.
Madrasah menargetkan seluruh proses ujian hingga 10 Maret 2026 berlangsung tanpa hambatan berarti. Lebih dari itu, lembaga berharap hasil ujian tidak hanya melahirkan angka-angka membanggakan, tetapi juga generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berintegritas.
Di atas kertas jawaban itulah, masa depan para siswa tengah dirajut—dengan ilmu sebagai bekal dan kejujuran sebagai fondasi utama.
