Jember – Denyut ekonomi rakyat bergaung di lorong-lorong Pasar Tanjung. Di tengah aroma rempah dan riuh tawar-menawar, pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk menghidupkan kembali ikon perdagangan tradisional ini melalui program revitalisasi yang mengusung arsitektur berbasis kearifan lokal.
Revitalisasi Pasar Tanjung menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, ke Kabupaten Jember, Minggu (22/2/2026). Dalam peninjauan langsung di lokasi, ia menyampaikan bahwa pembenahan pasar bukan hanya sebatas memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga membangun konsep pasar tradisional yang lebih tertata, aman, serta nyaman bagi pedagang dan pengunjung. Program ini diproyeksikan sebagai langkah strategis memperkuat pusat ekonomi rakyat sekaligus memperindah wajah kota.
“Pasar Tanjung ini ikon ekonomi masyarakat Jember. Revitalisasinya harus mengedepankan kearifan lokal, sehingga fasad dan desainnya mencerminkan identitas daerah, bukan sekadar bangunan modern tanpa karakter,” ujarnya.
Menurut Dody, pembangunan akan dimulai setelah Detail Engineering Design (DED) selesai disusun. Tahapan perencanaan tersebut menjadi dasar teknis agar proyek berjalan sesuai kebutuhan dan karakter wilayah. Pemerintah juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada pedagang agar aktivitas jual beli tetap berlangsung selama proses pembangunan berlangsung.
Konsep revitalisasi mencakup penataan zonasi pedagang agar lebih rapi dan terorganisir, perbaikan sistem drainase guna mencegah genangan, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti area parkir, sanitasi yang memadai, hingga ruang terbuka yang lebih representatif. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah ekspansi pusat perbelanjaan modern yang terus tumbuh.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyatakan bahwa Pasar Tanjung memiliki posisi vital dalam perputaran ekonomi daerah. Ia menilai, revitalisasi ini dapat menjadi stimulus peningkatan pendapatan pedagang sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pasar tradisional adalah jantung ekonomi rakyat. Ketika infrastrukturnya baik, maka aktivitas ekonomi akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ungkapnya.
Selama ini, Pasar Tanjung menjadi pusat distribusi berbagai komoditas kebutuhan pokok bagi warga Jember dan sekitarnya. Namun, kondisi infrastruktur yang mulai menua serta tata kelola yang belum optimal dinilai perlu segera dibenahi agar mampu bersaing dengan pasar modern.
Revitalisasi berbasis kearifan lokal juga diharapkan mampu menjaga identitas budaya Jember. Sentuhan desain arsitektur yang merefleksikan karakter daerah diyakini akan menjadikan pasar ini bukan hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan simbol kebanggaan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi bersama pemerintah daerah, proyek revitalisasi Pasar Tanjung diharapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi lokal. Pembenahan ini bukan sekadar mempercantik bangunan, melainkan menguatkan fondasi ekonomi rakyat agar tetap berdiri kokoh di tengah arus modernisasi. (ADV).
