Bondowoso – Menyongsong satu abad Masehi Nahdlatul Ulama (1926–2026), langkah regenerasi ilmu falak digelorakan dari timur Pulau Jawa. Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (LF PWNU Jatim) menggelar Kaderisasi Ahli Hisab Rukyat Angkatan 2026 yang dirangkai dengan penyerasian Kalender Hijriyah Tahun 2027 Masehi.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (6–7/2/2026), di PPI Nurul Burhan, Badean, Bondowoso, Jawa Timur. Agenda ini menjadi bagian dari ikhtiar strategis menyongsong satu abad NU versi Masehi sekaligus memperkuat kesinambungan metodologi hisab rukyat berbasis manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Sebanyak 245 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, bahkan dari luar provinsi, mengikuti kegiatan tersebut. Rangkaian acara dimulai dengan registrasi dan pembukaan pada Jumat (6/2/2026), dilanjutkan sesi inti berupa pelatihan Pemrograman Hisab Awal Bulan Hijriyah Tahqiqy Berbasis Android yang disampaikan Ustaz Tsamrotul Fikri dari Banyuwangi.
Materi disajikan dalam dua sesi, siang dan malam, yang memadukan pemahaman konseptual dengan praktik teknis. Peserta diajak memahami penerapan metode hisab tahqiqy ke dalam sistem pemrograman berbasis Android, sebagai respons atas perkembangan digitalisasi ilmu falak di era modern.
“Kader falakiyah harus mampu membaca kitab sekaligus membaca data astronomi digital. Tantangan ke depan membutuhkan integrasi tradisi dan teknologi,” ujar salah satu panitia dalam sesi diskusi.
Memasuki hari kedua, Sabtu (7/2/2026), kegiatan berlanjut dengan Penyerasian Kalender Hijriyah Tahun 2027 yang dipandu KH Abdul Moeid dari Gresik. Dalam forum tersebut, para peserta dan tim falakiyah mengkaji data astronomis, hasil perhitungan hisab, serta kesesuaiannya dengan kriteria yang digunakan LF NU.
Proses penyerasian ini bertujuan memastikan kalender Hijriyah yang disusun memiliki validitas ilmiah dan konsistensi metode, sehingga dapat menjadi rujukan resmi dalam pelaksanaan ibadah umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama.
Pada sesi berikutnya, Ketua LF PWNU Jatim, Syamsul Ma’arif, SH., MH., menyampaikan sosialisasi penyeragaman format jadwal imsakiyah Ramadhan 1447 H. Ia juga memimpin koordinasi rukyatul hilal awal Ramadhan dan Syawwal 1447 H guna memastikan keseragaman data antar daerah.
Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci agar keputusan terkait awal bulan Hijriyah dapat diterima luas oleh masyarakat.
“Kita ingin memastikan data yang digunakan seragam, metodologinya jelas, dan koordinasinya kuat antar daerah,” tegasnya.
Momentum satu abad Masehi NU dijadikan tonggak untuk meneguhkan khidmah falakiyah di abad kedua organisasi. Melalui kaderisasi ini, LF PWNU Jatim berupaya melahirkan generasi ahli hisab rukyat yang tidak hanya memahami khazanah klasik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama. Harapannya, hasil kaderisasi serta penyerasian kalender ini dapat memberikan manfaat luas bagi umat, organisasi, dan bangsa dalam menjaga ketepatan waktu ibadah serta kesinambungan tradisi keilmuan falak Islam.
