Jember – Hujan deras yang turun tanpa jeda ibarat bejana penuh yang meluap, memicu banjir luapan saluran irigasi Bedodo Mayangan dan merendam permukiman warga di Dusun Sumbersari, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Selasa (10/2/2026). Air yang melimpas dari saluran irigasi menggenangi jalan lingkungan hingga halaman rumah warga, memaksa aparat bergerak cepat untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Peristiwa banjir tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Gumukmas sejak beberapa hari terakhir. BPBD Kabupaten Jember langsung melakukan penanganan darurat dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian sejak pagi hari. Langkah awal yang dilakukan meliputi asesmen lapangan, pendataan warga terdampak, serta penyaluran bantuan logistik dasar.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, menjelaskan bahwa luapan air dipicu hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada Kamis (5/2/2026) sore. Hujan tersebut menyebabkan debit air di saluran irigasi Bedodo meningkat signifikan hingga meluap ke area permukiman. Ketinggian genangan di sejumlah titik dilaporkan mencapai 40 hingga 60 sentimeter, sementara air yang masuk ke dalam rumah warga berkisar 10 sampai 15 sentimeter.
“Luapan terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang membuat kapasitas saluran irigasi tidak mampu menampung debit air. Air sempat menggenangi jalan dan halaman rumah warga dengan ketinggian cukup signifikan,” ujar Edi saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, banjir tersebut berdampak pada sekitar 30 rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai 90 jiwa. Dua rumah dilaporkan mengalami genangan air hingga masuk ke ruang dalam. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Aktivitas warga sempat terganggu, terutama akses jalan lingkungan yang tertutup genangan selama beberapa jam.
Penanganan banjir dilakukan secara terpadu bersama unsur Muspika Kecamatan Gumukmas, melibatkan camat, Polsek, Koramil, serta Pemerintah Desa Mayangan. Puskesmas Gumukmas juga dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir, seperti infeksi kulit dan gangguan saluran pernapasan.
Selain menyalurkan bantuan sembako, BPBD Jember turut memberikan dukungan logistik untuk menunjang dapur mandiri dan kegiatan kerja bakti warga. Pembersihan lingkungan dan saluran drainase dijadwalkan akan dilakukan secara gotong royong pada Rabu (11/2/2026) sebagai upaya mempercepat pemulihan kondisi lingkungan pascabanjir.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD Jember telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR serta Dinas PRKPLH Kabupaten Jember untuk melakukan evaluasi teknis terhadap kapasitas dan fungsi saluran irigasi Bedodo. Evaluasi ini diperlukan untuk memastikan penanganan jangka panjang agar kejadian serupa tidak berulang, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
“Kami mendorong adanya penanganan struktural agar fungsi saluran irigasi dapat kembali optimal dan risiko banjir luapan bisa diminimalkan ke depan,” pungkas Edi. BPBD Jember juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, memantau kondisi lingkungan sekitar, dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir.
