Mojokerto – Langkah kaki ratusan aparatur sipil negara dan pendidik Kementerian Agama mengalir serempak di halaman Kantor Kementerian Agama Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di bawah semangat kebersamaan, peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia dirayakan melalui kegiatan bertajuk Walk for Harmony, sebuah jalan sehat kerukunan yang sarat makna persatuan dan toleransi, Sabtu pagi (10/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian nasional peringatan HAB ke-80 yang jatuh pada tahun 2026. Di Mojokerto, acara tersebut dipusatkan di Kecamatan Sooko dan diikuti oleh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari pejabat struktural, fungsional, hingga tenaga pendidik lintas satuan pendidikan. Hadir Kepala Sub Bagian Tata Usaha, para Kepala Seksi dan Penyelenggara Zakat Wakaf, pengurus Dharma Wanita Persatuan Kantor Induk, Kepala Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Mojokerto, para pengawas madrasah, kepala MAN, MTsN, dan MIN beserta ASN.
Tidak hanya itu, guru ASN Kemenag yang diperbantukan (DPK), guru RA, MI, MTs, dan MA swasta, hingga guru SMP Negeri yang berada dalam binaan Kemenag juga turut ambil bagian. Keikutsertaan lintas unsur ini memperlihatkan wajah Kemenag sebagai rumah besar kebersamaan, tempat beragam latar belakang bersatu dalam satu tujuan menjaga harmoni.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Muttaqin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Walk for Harmony bukan sekadar kegiatan olahraga. Menurutnya, jalan sehat ini mengandung pesan simbolik tentang pentingnya melangkah bersama dalam perbedaan demi merawat kerukunan umat beragama.
“Semoga kegiatan jalan sehat kerukunan ini benar-benar membawa manfaat, tidak hanya untuk kesehatan jasmani, tetapi juga untuk merawat harmoni, menyejahterakan umat, serta memperkuat sinergi menuju Indonesia yang damai dan maju,” ujarnya dalam sambutan pembukaan kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa Hari Amal Bakti merupakan momentum refleksi atas peran Kementerian Agama sejak berdiri hingga kini. Di usia ke-80, Kemenag diharapkan semakin adaptif, inklusif, dan responsif terhadap tantangan kebangsaan, khususnya dalam menjaga moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Antusiasme peserta tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Wajah-wajah ceria terlihat sejak garis start hingga finis, diiringi canda dan obrolan ringan yang mencairkan suasana. Bagi banyak peserta, momen ini menjadi ruang silaturahmi lintas unit kerja yang jarang terjadi dalam rutinitas harian.
Salah satu peserta, Indah, guru RA Miftahul Ulum Bangsal, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam peringatan HAB ke-80 ini.
“Saya merasa sangat senang dengan adanya kegiatan jalan sehat ini. Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan yang hangat dalam memperingati Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama,” tuturnya.
Selain memperkuat kebersamaan internal, kegiatan ini juga diharapkan membawa dampak positif bagi citra Kementerian Agama di tengah masyarakat. Nilai-nilai harmoni, toleransi, dan persatuan yang diusung melalui Walk for Harmony diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus diwujudkan dalam pelayanan dan pengabdian sehari-hari.
Dengan semangat Hari Amal Bakti ke-80, Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus menjadi perekat persatuan, menjaga kerukunan umat beragama, dan melangkah bersama menuju masa depan Indonesia yang rukun dan berkeadaban.
