Solok – Dalam balutan lumpur dan kelelahan yang tak terlihat, sosok Kasat Reskrim Polres Solok Kota, Iptu Oon Kurnia Illahi, S.H., menjadi sorotan publik setelah terjun langsung memimpin aksi bersih-bersih pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Bersama organisasi sosial Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), ia memimpin upaya pemulihan akses jalan warga yang tertutup material lumpur dan sampah pascabanjir.
Aksi ini sudah berlangsung sejak empat hari terakhir pasca banjir melanda wilayah tersebut. Fokus utama tim adalah membersihkan fasilitas umum yang lumpuh akibat bencana, mulai dari jalan penghubung, rumah ibadah, hingga sekolah. Sebanyak 150 anggota relawan MPL turun ke lokasi, dengan pengecualian bagi anggota yang terdampak langsung bencana.
“Beliau bekerja bersama kami, bukan hanya memberi perintah. Ini baru pemimpin,” ungkap salah satu warga yang menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
Pada Senin malam (1/12/2025), suasana di lokasi masih ramai dengan aktivitas. Lampu sorot kendaraan dinas dan alat berat menjadi penerangan utama saat Iptu Oon dan timnya tetap bekerja meski malam mulai larut. Ia tampak mengarahkan alat berat, membawa alat bantu, dan bahkan membantu langsung membersihkan timbunan lumpur di tengah jalan.
Keberadaan seorang perwira menengah kepolisian di garis depan bencana menjadi momen langka sekaligus inspiratif. Video dan foto-foto yang memperlihatkan keberaniannya menyebar luas di media sosial, mengundang pujian dari masyarakat luas.
Reputasi Iptu Oon memang bukan sekadar nama. Sebelumnya, saat masih menjabat sebagai Kasat Resnarkoba, ia dikenal luas karena keberhasilannya mengungkap kasus pembunuhan berencana di Tanah Garam hanya dalam hitungan jam. Selain itu, ia juga aktif dalam program edukatif “Police Go to School” yang menanamkan nilai kedisiplinan dan bahaya kenakalan remaja di kalangan pelajar.
Dengan bergabungnya Iptu Oon dalam barisan relawan MPL, aksi ini bukan hanya menjadi kegiatan sosial biasa, tetapi juga pernyataan moral bahwa kehadiran polisi bukan sebatas penegak hukum, melainkan bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat.
Kesigapan dan empati yang ditunjukkan Iptu Oon dalam momen krisis ini kembali menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Di tengah lumpur dan hujan, sebuah keteladanan lahir—bahwa keberanian dan kepedulian bisa bersatu dalam satu sosok.
