Simpang Empat – Dengan semangat menjaga marwah partai sebagai “Rumah Besar Umat Islam”, Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Pasaman Barat menggelar kegiatan Pendidikan Politik di Aula Kantor DPC PPP, Jalan Kampung Cubadak, Kecamatan Pasaman, Senin (13/10/2025).
Acara ini dihadiri oleh pengurus PAC, DPC, tiga anggota DPRD Pasbar dari PPP, serta perwakilan Kesbangpol. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat kaderisasi partai dan mempererat hubungan antarstruktur PPP menjelang kontestasi politik mendatang.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun. Tahun ini kami gelar dua kali, dan pelaksanaan berikutnya akan dilakukan di tempat berbeda,” ujar Hendrizon, Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua DPC PPP.
Ia menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan ini sepenuhnya berasal dari bantuan politik yang disalurkan melalui Kantor Kesbangpol Pasaman Barat.
Ketua DPC PPP Pasbar, Muhammad Umar saat membuka acara, menyinggung dinamika internal dalam Muktamar ke-10 PPP yang baru saja berlangsung di Jakarta. Namun ia memastikan, semua perbedaan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Tidak ada lagi dua kubu di tubuh PPP. Ke depan kita fokus menghadapi Pemilu 2029,” tegasnya.
Umar juga mengumumkan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua DPC pada Muscab mendatang, dan memberi ruang bagi kader muda untuk maju.
“Kita harus hidupkan kembali mesin partai, dari tingkat bawah hingga pusat. Target kita jelas: minimal empat kursi di DPRD Pasbar,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Mewakili Bupati Pasbar, Kepala Kesbangpol Yosmar Difia menyampaikan pesan agar partai politik terus menjalankan pendidikan politik secara konsisten. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah memperkuat demokrasi.
“Pendidikan politik itu penting, bukan hanya bagi kader, tapi juga untuk masyarakat luas,” katanya.
Yosmar juga menjelaskan mekanisme bantuan keuangan kepada partai politik bertujuan mendukung operasional partai secara transparan dan memperkuat peran politik yang sehat.
Pemateri dari DPW PPP Sumbar, Amora Lubis membawakan materi sejarah PPP dan transformasi politik partai dalam meraih kekuasaan. Ia mengingatkan pentingnya memahami akar sejarah partai, yang merupakan hasil fusi dari empat partai Islam besar pada tahun 1973.
“PPP lahir sebagai rumah besar umat Islam dan tetap mengusung visi masyarakat bertakwa kepada Allah,” ujar Amora.
Sementara itu, pemateri kedua, Arni menekankan pentingnya peran generasi muda dan perempuan dalam dinamika politik.
“Setiap momentum politik selalu didominasi partisipasi anak muda dan perempuan. Mereka adalah kekuatan strategis,” jelas Arni.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar pembekalan, tapi juga mempererat kebersamaan antar kader dan membangun fondasi soliditas partai ke depan.
