Jember – Di bawah langit cerah dan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur di Alun-Alun Jember, Senin (14/10/2025). Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Jupriono, tampil sebagai inspektur upacara mewakili Bupati Jember, membacakan amanat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Dalam sambutan tersebut, Gubernur Khofifah menekankan tema tahun ini, “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh,” sebagai cerminan kekuatan mental dan kemajuan berkelanjutan. Ia menilai ketangguhan adalah fondasi untuk pertumbuhan yang bermakna dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
“Provinsi Jawa Timur menjadi perjalanan panjang yang penuh sejarah perjuangan sekaligus kemajuan. Tema ini menggambarkan relasi yang kuat antara ketangguhan dan pertumbuhan,” ucap Gubernur Khofifah dalam sambutan yang dibacakan Sekda Jupriono.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya semangat “Jatim Bisa” yang melambangkan kerja kolaboratif dan adaptif.
“Filosofi kerja kita adalah Jatim Bisa — berdaya, kondusif, sinergi, dan adaptif. Dengan semangat itu, Jawa Timur bukan hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga pelaku utama perubahan itu sendiri,” lanjutnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa peringatan kali ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, selaras dengan visi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Kata ‘bertumbuh’ dalam tema tahun ini mengisyaratkan saatnya Jawa Timur naik kelas, bukan sekadar unggul di tingkat nasional, tetapi berperan sebagai motor pembangunan menuju Indonesia Emas,” bunyi amanat tersebut.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak masyarakat meneladani nilai “Jer Basuki Mowo Beo” yang menekankan pentingnya kerja keras dan pengorbanan demi keberhasilan bersama.
“Mari kita jadikan momentum Hari Jadi ke-80 ini sebagai pijakan untuk terus melangkah ke masa depan yang lebih sejahtera, unggul, beradab, dan berkelanjutan,” tutupnya dengan semangat.
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti berbagai elemen masyarakat, termasuk Forkopimda, ASN, pelajar, serta perwakilan organisasi. Peringatan ini menjadi refleksi kolektif atas capaian Provinsi Jawa Timur serta komitmen untuk terus melangkah maju sebagai provinsi yang tangguh dan tumbuh.
