Jember – Suasana pendopo Balai Desa Glagawero, Kecamatan Panti, Kamis (2/10/2025), terasa hangat penuh rasa syukur. Sebanyak 42 guru ngaji setempat menerima insentif yang disalurkan langsung oleh petugas Bank Jatim tanpa kerumunan ataupun antrean panjang.
Penyerahan insentif ini menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendukung kesejahteraan guru ngaji, modin, dan pengajar kitab suci non-muslim. Tahun 2025, pemkab menargetkan penyaluran insentif kepada sekitar 22 ribu penerima di seluruh kabupaten.
Salah satu penerima, Moch Amin (60), warga Dusun Sumber Duren, mengaku lega dengan sistem pencairan baru.
“Alhamdulillah pencairan insentif guru ngaji sekarang enak mas, gak usah jauh-jauh ke bank, cukup di balai desa. Saya kan sudah tua, gak kuat kalau disuruh lama antri. Harapan saya ke depan pencairan tetap seperti ini, gak berjubel dan antri. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah berbaik hati memikirkan kami para guru ngaji,” ujarnya.
Menurut pantauan, penerima insentif kali ini terdiri dari guru ngaji laki-laki maupun perempuan dengan jumlah yang hampir seimbang. Pencairan langsung di balai desa dianggap mempermudah, terutama bagi guru senior yang kesulitan bepergian jauh.
Camat Panti, Hendra Kusuma, menyampaikan bahwa jumlah penerima insentif guru ngaji tahun 2025 di Kecamatan Panti mencapai 664 orang dari tujuh desa. “Khusus untuk Desa Glagawero, ada 42 penerima yang hari ini mendapatkan pencairan,” jelasnya.
Program insentif guru ngaji ini merupakan bentuk perhatian Bupati Jember, Muhammad Fawaid, terhadap tokoh agama dan pendidik non-formal yang telah berperan penting dalam pembinaan moral serta pendidikan keagamaan masyarakat. Dengan dukungan finansial ini, diharapkan para guru ngaji lebih bersemangat dalam mendidik generasi muda.
Melalui pencairan yang lebih efisien dan dekat dengan masyarakat, Pemkab Jember berharap para penerima bisa merasakan manfaat secara langsung tanpa terbebani jarak maupun antrean panjang. (ADV).
