Jember – Di tengah upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember kembali menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pada Jumat (5/9/2025). Kegiatan kali ini difokuskan pada dua layanan penting: operasi bibir sumbing dan pemberian kaki palsu secara gratis bagi warga yang membutuhkan.
Sebanyak sepuluh pasien dijadwalkan mengikuti operasi bibir sumbing. Namun, hanya delapan yang hadir, dan dari jumlah tersebut hanya lima pasien yang siap menjalani tindakan medis. Tiga pasien lainnya belum dapat dioperasi karena alasan medis dan psikologis, termasuk satu pasien yang masih merasa takut serta dua lainnya yang memiliki kondisi darah belum stabil.
“Lima pasien akan kami operasi pada Sabtu besok. Bila operasi berjalan baik, mereka akan diperiksa ulang pada Minggu dan bisa pulang hari itu juga jika kondisi membaik. Kontrol lanjutan dijadwalkan Jumat depan,” ujar dr. I Nyoman Soemita S.Pot,S.pin, Direktur RSD dr. Soebandi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin bakti sosial RSD dr. Soebandi yang telah mencakup operasi katarak, sunat massal, hingga layanan KB untuk pria dan wanita. Agenda serupa juga akan digelar di RS Kalisat serta RS Balung dalam beberapa minggu ke depan, memperluas jangkauan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat pelosok.
Selain layanan medis, RSD dr. Soebandi juga melakukan evaluasi internal berupa survei kepuasan terhadap pelayanan rumah sakit. Menurut dr. Nyoman, hasil survei menunjukkan tren peningkatan kepuasan pasien, meski masih ada ruang perbaikan dalam aspek komunikasi dan keramahan pelayanan.
“Prinsip kami adalah memulai layanan dengan senyum, sapa, dan salam. Pasien kami bantu dulu, administrasi bisa menyusul. Itu bagian dari budaya pelayanan yang ingin kami tanamkan,” tambahnya.
Melalui langkah-langkah ini, RSD dr. Soebandi berharap dapat memperluas dampak positif dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan dan kurang mampu di wilayah Jember dan sekitarnya. Kegiatan bakti sosial seperti ini tak hanya meringankan beban warga, tetapi juga menjadi tolok ukur kemajuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan berbasis empati dan kemanusiaan. (ADV).
