Kediri – Asap amarah yang membakar Gedung DPRD Kabupaten Kediri mulai berganti dengan semangat gotong royong. Jumat (5/9/2025), gedung yang sempat dirusak dan dibakar itu mulai dibersihkan secara massal oleh unsur legislatif dan masyarakat, menandai kesiapan untuk kembali normal pada awal pekan depan.
Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, memimpin langsung proses pembersihan bersama Wakil Ketua Sentot Djamaludin, diikuti seluruh anggota DPRD, relawan, dan warga. Fokus utama ditujukan pada lantai satu gedung lama, sementara lantai dua masih ditutup karena rawan runtuh akibat kerusakan struktur.
“Sudah ada kesepakatan dalam rapat komisi. Senin nanti, semua aktivitas legislatif sudah kembali berjalan seperti biasa,” ujar Murdi Hantoro, dengan nada optimis.
Murdi juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mengganggu agenda legislatif. Gedung baru DPRD yang berada di sisi barat tidak terdampak dan telah menjadi pusat aktivitas sementara, termasuk penyimpanan dokumen penting yang berhasil diamankan.
“Saya sampaikan apresiasi mendalam kepada para anggota dewan, relawan, serta masyarakat yang telah terlibat langsung dalam proses pembersihan ini,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat tampak luar biasa. Sebanyak 50 anggota dewan hadir dalam kegiatan tersebut, masing-masing membawa lima relawan, ditambah partisipasi spontan dari warga, sehingga total relawan yang terlibat mencapai sekitar 400 orang. Proses ini menjadi simbol kebersamaan untuk memulihkan kembali fungsi lembaga legislatif.
Meski sempat terganggu akibat perusakan dan kebakaran, pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri tetap berlangsung dengan normal. Aktivitas legislatif juga berlanjut dengan memanfaatkan gedung yang tersisa dan fasilitas darurat.
Dengan semangat gotong royong dan kerja kolektif, DPRD Kabupaten Kediri kini bersiap menata kembali ritme kerjanya pasca insiden. Harapannya, kinerja legislatif akan terus berjalan demi kepentingan rakyat dan stabilitas daerah.
