Mojokerto – Deru alat berat dan suara pekerja bangunan kini mengisi halaman SMP Negeri 7 Kota Mojokerto. Di tengah hiruk-pikuk itu, harapan baru tumbuh: sekolah ini tengah bersolek melalui proyek revitalisasi yang dibiayai oleh APBN tahun 2025. Langkah ini diambil demi menciptakan ruang belajar yang lebih layak dan menunjang proses pendidikan secara optimal.
Proyek yang terletak di Jalan Karyawan No. 4, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Magersari ini resmi dimulai pada Senin (4/8/2025) dan akan berlangsung selama 120 hari kalender hingga 2 Desember 2025. Dana sebesar Rp 1.598.000.000 digelontorkan pemerintah pusat melalui skema bantuan revitalisasi satuan pendidikan, yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2S).
Lingkup pekerjaan meliputi perbaikan serta pembangunan ulang ruang kelas, peningkatan sarana pendukung, dan penataan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan representatif bagi siswa dan tenaga pengajar.
“Kegiatan pembangunan proyek dari pemerintah ini saya berharap bisa dipakai untuk murid dan guru serta berguna untuk murid siswa baru,” ujar Murtono, pelaksana kegiatan, saat dikonfirmasi pada Kamis (21/8/2025).
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mendistribusikan kualitas pendidikan yang merata ke seluruh daerah, tidak terkecuali Kota Mojokerto. Dengan infrastruktur yang memadai, sekolah diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan mutu pembelajaran secara keseluruhan.
Pemerintah daerah pun menyambut baik program ini karena sejalan dengan visi meningkatkan akses dan kualitas pendidikan yang inklusif di wilayahnya. Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya mempercantik bangunan, tetapi juga membawa semangat baru dalam dunia pendidikan di lingkungan SMP Negeri 7.
Dengan berjalan lancarnya proses pembangunan, sekolah ini ditargetkan bisa mulai memanfaatkan fasilitas baru pada awal semester genap tahun ajaran 2025/2026 mendatang.
