Jakarta – Suasana sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan berubah cair saat Presiden Prabowo Subianto meminta wartawan meninggalkan ruangan dengan gaya berseloroh. “Ngusirnya secara halus, enggak mengusir,” ucapnya sambil tersenyum, sesaat sebelum Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memulai pemaparan tertutup mengenai Rancangan APBN 2026 pada Rabu (6/8/2025).
Agenda sidang kabinet paripurna itu memang membahas rencana awal Nota Keuangan dan Rancangan APBN tahun anggaran 2026. Saat Sri Mulyani hendak memulai pemaparannya, ia menyampaikan keraguannya soal kehadiran media yang masih ada di dalam ruangan, mengingat dokumen yang akan disampaikan belum final. Presiden Prabowo kemudian menanggapi dengan humor. Ia menyebutkan bahwa makanan dan minuman sudah disiapkan, sambil mempersilakan para jurnalis untuk meninggalkan ruangan.
“Sudah disiapkan makanan dan minuman yang baik,” ujarnya sambil tersenyum, yang segera disambut tawa kecil dari para menteri.
Setelah jurnalis keluar, sidang berlanjut secara tertutup. Usai pertemuan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sejumlah poin penting dari hasil pembahasan. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 5,12 persen secara tahunan, tertinggi di kawasan G20 dan ASEAN. Selain itu, telah terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 3,59 juta orang dalam setahun terakhir.
Airlangga juga mengungkap bahwa pemerintah menargetkan realisasi investasi tahun ini mencapai Rp 900 triliun. Ia menambahkan, peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan plafon hingga Rp 5 miliar bagi kontraktor UMKM akan diluncurkan dalam waktu dekat, dengan skema kredit bergulir hingga Rp 20 miliar.
Dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan dan mempercepat penyelesaian berbagai izin investasi melalui PP Online Single Submission (OSS). Pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah di bawah Rp 2 miliar hingga akhir tahun 2025.
Adapun pengumuman resmi Nota Keuangan dan RAPBN 2026 dijadwalkan akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo di hadapan DPR RI pada 15 Agustus 2025.
Dengan gaya khasnya yang santai namun tetap tegas, Presiden Prabowo kembali menunjukkan pendekatan komunikasi yang cair, bahkan dalam suasana formal seperti sidang kabinet.
