Makassar – Dermaga Makassar kembali menjadi saksi kemegahan kapal pesiar MS Scenic Eclipse II yang berlabuh membawa 161 wisatawan mancanegara dan 180 kru kapal. Kapal berbendera Bahama ini menambah catatan positif Pelabuhan Makassar sebagai tujuan premium wisata bahari di Indonesia Timur.
Menurut Division Head Pelayanan Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, kunjungan kapal pesiar ini adalah bukti konkret meningkatnya daya tarik Makassar sebagai destinasi eksotik yang mampu bersaing di kancah internasional.
“PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 kembali menerima kunjungan kapal pesiar mewah dunia, MS Scenic Eclipse II di Pelabuhan Makassar,” ujarnya pada Senin (30/6/2025).
Para wisatawan kapal ekspedisi ultra-mewah ini menikmati berbagai atraksi khas Makassar melalui tur keliling kota, termasuk mengunjungi kawasan China Town, Benteng Rotterdam, Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, serta menyaksikan penampilan paduan suara di Hotel The Rinra.
Yusida menambahkan, kedatangan kapal tersebut turut menggeliatkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM, pemandu wisata bersertifikat, dan sektor kuliner khas Sulawesi Selatan.
“Kunjungan ini memberikan sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata dan penguatan posisi Makassar sebagai gerbang wisata maritim di Indonesia Timur,” jelasnya.
Penyambutan kapal ini dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak, seperti Kantor KSOP Utama Makassar, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, dan Polsek Pelabuhan Makassar, demi memastikan proses clearance serta keamanan berlangsung lancar.
MS Scenic Eclipse II dikenal sebagai kapal ekspedisi berteknologi ramah lingkungan, menawarkan pengalaman eksklusif menjelajahi rute Asia Pasifik. Fasilitas canggih dan kemewahan kapal ini mempertegas posisi Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan internasional yang mampu melayani kapal pesiar kelas dunia.
Pelindo Regional 4 menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan dan infrastruktur guna memperkuat posisi Pelabuhan Makassar sebagai simpul utama maritim nasional sekaligus pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia Timur.
Dengan kunjungan ini, harapan akan geliat ekonomi lokal dan promosi budaya Makassar di mata dunia kembali menyala.
