Samarinda – Seperti hujan berkah di hari suci, bantuan kemasyarakatan dari Presiden Prabowo Subianto berupa 13 ekor sapi kurban disambut dengan rasa syukur dan apresiasi tinggi di Kalimantan Timur. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Agus Suwandy, menyatakan bahwa tahun ini terjadi peningkatan signifikan dibanding tahun lalu.
“Kami mengapresiasi ya, ini jumlahnya naik signifikan. Kalau tahun lalu bantuan hanya satu ekor dan hanya untuk provinsi, tahun ini Presiden Prabowo memberikan 13 ekor sapi,” ujarnya saat ditemui di DPD Kantor Gerindra Kaltim, Sabtu (7/6/2025).
Sapi-sapi tersebut dipastikan memiliki bobot minimal 800 kilogram dan berada di bawah pengawasan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur. Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan, menyebut bahwa penyaluran sapi dilakukan dengan koordinasi antara peternak, pemerintah daerah, dan panitia kurban di masing-masing masjid.
“Penyerahan sapi disesuaikan dengan permintaan panitia. Jika mereka minta H-1, maka sapi dikirim pada H-1. Tapi kalau lebih awal, peternak tetap harus menjaga kesehatan sapi hingga hari penyembelihan,” jelas Fahmi.
Ia menambahkan bahwa sapi bantuan dari Presiden harus memenuhi kriteria ketat: jantan, usia di atas dua tahun, dan berat minimal 800 kilogram. Beberapa kabupaten yang hanya memiliki sapi lokal berbobot lebih ringan seperti di Mahakam Ulu, disiasati dengan memberikan dua ekor sapi untuk dua masjid agar total bobotnya mendekati standar.
Sapi yang dipilih dalam program ini pun bukan sembarangan. Jenisnya meliputi sapi eksklusif seperti limosin, simmental, dan brangus. Dinas memastikan semua hewan diambil dari peternak lokal Kaltim, menolak usulan pengadaan dari luar daerah demi mendukung peternak lokal.
“Soal harga, memang variatif. Tapi batas maksimal ditentukan sebesar Rp100 juta. Ada sapi Bali seberat 400 kg ditawar di angka Rp40 jutaan. Tapi kabupaten/kota tidak bisa intervensi harga, itu murni antara peternak dan tim Presiden,” tambah Fahmi menjelaskan teknis pengadaan.
Langkah ini menunjukkan perhatian serius Presiden Prabowo terhadap masyarakat daerah dan pelestarian peternakan lokal. Agus Suwandy menyatakan bantuan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga bentuk nyata keberpihakan terhadap rakyat daerah dan penguatan ekonomi peternakan lokal. (ADV)
