Cisayong – Meski telah berdiri lebih dari satu dekade dan menjadi salah satu SMA favorit di wilayah Tasikmalaya, SMAN 1 Cisayong masih menghadapi keterbatasan sarana prasarana. Sekolah yang mulai menerima siswa sejak 2013 dan memiliki bangunan permanen sejak 2016 ini, hingga kini masih membutuhkan tambahan delapan ruang kelas baru (RKB) untuk memenuhi kebutuhan jumlah siswa yang terus meningkat.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia SPMB 2025, Dadan Abdul Rahman, SBDI, mengungkapkan bahwa kendala pembangunan terutama terjadi dalam tiga tahun terakhir. “Tiga tahun terakhir kita tidak mendapatkan alokasi ruang kelas baru. Padahal minat masyarakat ke sekolah ini sangat tinggi setiap tahunnya,” ujarnya pada Rabu (4/6/2025).
Dadan menuturkan bahwa keterbatasan ruang membuat pihak sekolah harus memaksimalkan penggunaan ruang yang ada. Ia berharap pemerintah daerah dan provinsi bisa memberikan prioritas pembangunan fasilitas pendidikan bagi sekolah-sekolah baru yang sedang berkembang pesat seperti SMAN 1 Cisayong.
“Alhamdulillah tahun ini kita rencananya akan mendapat tambahan tiga RKB. Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik untuk pemerataan fasilitas di sekolah kami,” tambahnya.
Dadan menyatakan bahwa dukungan dari legislatif sangat penting agar kebutuhan sekolah bisa diakomodasi dalam anggaran pembangunan daerah.
Dengan keterbatasan infrastruktur tersebut, SMAN 1 Cisayong tetap bertekad menyelenggarakan SPMB 2025 secara jujur dan adil. “Mari kita sukseskan SPMB tahun ini tanpa pungli, dengan semangat transparansi dan pelayanan pendidikan terbaik untuk semua,” tegas Dadan.
Ia berharap dengan dukungan penuh dari masyarakat, pemerintah, dan DPRD, pembangunan SMAN 1 Cisayong bisa segera diselesaikan agar kapasitas dan mutu layanan pendidikan semakin optimal.
