Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program umrah gratis bagi marbot dan penjaga rumah ibadah yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim melalui inisiatif Gratispol. Sebagai Sekretaris Fraksi PKS dan Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Agusriansyah menilai program ini sebagai bentuk apresiasi yang mendalam terhadap dedikasi spiritual para penjaga rumah ibadah.
“Saya rasa itu program yang sangat luar biasa dalam rangka memberikan apresiasi atau reward terhadap orang yang masih istiqomah menjaga nilai-nilai spiritual,” ujar Agusriansyah. Ia menambahkan bahwa program ini memperkuat substansi hidup sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Program Gratispol, yang diluncurkan pada Senin (21/4/2025), mencakup enam layanan utama: pendidikan gratis hingga jenjang S3, layanan kesehatan tanpa biaya, pembebasan biaya administrasi kepemilikan rumah, seragam sekolah gratis, akses internet desa gratis, serta umrah dan perjalanan religi gratis bagi penjaga rumah ibadah lintas agama.
Pada tahun 2025, sebanyak 691 marbot masjid dan 189 penjaga rumah ibadah non-Muslim dijadwalkan untuk diberangkatkan ke tempat suci masing-masing. Destinasi tersebut meliputi Vatikan untuk umat Katolik, Yerusalem untuk Kristen, Borobudur atau Bangkok untuk Buddha, Tirtayasa atau India untuk Hindu, dan Qufu di Tiongkok untuk Konghucu.
Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian para penjaga rumah ibadah yang telah melayani umat tanpa pamrih. “Mereka layak mendapat kesempatan menunaikan ibadah ke tempat suci. Ini juga upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ujarnya.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menambahkan bahwa program ini juga bertujuan memperkuat harmoni antarumat beragama. “Kami ingin semua agama merasa diperhatikan. Toleransi adalah modal utama Kaltim,” tegasnya.
Program ini direncanakan berlangsung selama lima tahun, dengan total penerima manfaat mencapai 3.421 marbot dan 927 penjaga rumah ibadah hingga tahun 2030. Proses seleksi dilakukan berdasarkan rekomendasi tokoh agama serta masa pengabdian minimal lima tahun.
Agusriansyah berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penjaga rumah ibadah di seluruh Kaltim. “Semoga nanti lebih banyak lagi teman-teman marbot dari daerah lain yang bisa ikut merasakan nikmat ini,” tuturnya penuh harap.
Dengan dukungan legislatif dan eksekutif, program Gratispol diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan toleransi di Kalimantan Timur. (ADV).
