Mojokerto – Bayangan kehancuran menggantung di atas kepala warga Desa Parengan. Atap pendopo milik pemerintah desa di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, mengalami kerusakan parah yang kini mengkhawatirkan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.
Pantauan langsung pada Rabu (7/5/2025) menunjukkan kondisi pendopo yang memprihatinkan. Kayu-kayu penyangga tampak rapuh dan beberapa bagian atap terlihat melengkung serta bergeser dari posisinya. Genting yang pecah dan menggantung menciptakan potensi bahaya, apalagi saat musim hujan atau angin kencang menerpa.
Kepala Desa Parengan mengakui bahwa permasalahan ini telah lama menjadi perhatian pemerintah desa. Ia menyebut bahwa pihaknya telah mengusulkan anggaran renovasi sejak tahun lalu.
“Sudah kami ajukan dan masuk dalam rencana tahun 2025. Jika disetujui, dana yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp473 juta,” jelasnya saat ditemui di lokasi.
Warga setempat turut menyuarakan kekhawatirannya terhadap situasi ini. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan keresahannya.
“Kami berharap segera dibangun ulang pendopo ini supaya tidak roboh. Ini bangunan pusat kegiatan warga, jadi seharusnya aman dan layak dipakai,” ujarnya.
Pendopo desa merupakan infrastruktur vital di tingkat desa. Selain digunakan sebagai pusat administrasi, bangunan ini juga menjadi lokasi berbagai kegiatan sosial dan musyawarah warga. Kondisinya yang rusak parah berpotensi menghambat pelayanan serta menurunkan kualitas fasilitas publik.
Pemerintah desa kini menggantungkan harapan pada realisasi anggaran tahun 2025. Warga berharap pembangunan dapat segera direalisasikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan memperbesar risiko kecelakaan. Desakan warga pun makin kuat, menuntut agar keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pembangunan di desa mereka.
