Mojokerto – Jalan rusak di Dusun Ngingas, Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, kembali dikeluhkan warga. Akses vital yang menghubungkan SMPN 2 Bangsal menuju SMAN 1 Bangsal itu kini tampak bergelombang dan dipenuhi lubang, hingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah warga setempat telah berinisiatif menimbun lubang jalan dengan tanah secara swadaya. Meski bersifat sementara, upaya ini mencerminkan keprihatinan warga akan risiko kecelakaan yang terus mengintai para pengendara, terutama pelajar yang melintasi jalan itu setiap hari.
“Iya mas, jalan ini sudah sangat parah dan banyak lubangnya. Kami takut kalau ada pengendara jatuh karena jalan rusak ini. Kami harap ada perbaikan segera,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi.
Menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Warga pun menanti tindakan nyata dari pemangku kebijakan untuk segera memperbaiki akses tersebut.
Kepala Desa Ngastemi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengaku pihak desa sudah menyampaikan usulan perbaikan ke pemerintah kabupaten sejak lama.
“Jalan ini sudah kami ajukan melalui perangkat desa dan menurut informasi yang kami terima, sudah masuk dalam SK. Namun, kami belum mengetahui secara pasti kapan pelaksanaannya. Kami berharap pembangunan segera direalisasikan,” ujar Kades Ngastemi.
Sayangnya, hingga saat ini Kepala Dusun Ngingas belum dapat memberikan tanggapan saat dihubungi.
Warga berharap pemerintah daerah segera bertindak agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak menimbulkan korban jiwa. Jalan ini merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat, terutama pelajar dan warga yang bekerja menggunakan kendaraan roda dua dan empat.
Jika tak segera diperbaiki, kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah saat musim hujan, karena air dapat memperbesar lubang dan mempercepat kerusakan jalan. Selain itu, kurangnya penerangan di malam hari juga memperbesar risiko kecelakaan akibat jalan yang tak terlihat jelas oleh pengendara.
Kini, semua mata tertuju pada Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk segera merealisasikan perbaikan. Jalan ini bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga tentang keselamatan dan kenyamanan ribuan warga yang melintasinya setiap hari.
