Kediri – Pemerintah Kota Kediri resmi meluncurkan layanan transportasi khusus untuk pelajar penyandang disabilitas melalui dua unit mobil bernama Mapan Ceria. Peluncuran dilakukan langsung oleh Wali Kota Vinanda Prameswari di halaman Balai Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmat, Senin (20/4/2025).
Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap aksesibilitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dua mobil tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan dan dirancang khusus untuk mengantar-jemput siswa difabel ke sekolah.
“Sebelumnya ada anak-anak penyandang disabilitas yang kesulitan moda transportasi, sehingga pemerintah hadir di sini untuk mendukung dan melayani para disabilitas,” ujar Vinanda.
Mobil Mapan Ceria memiliki kapasitas masing-masing 20 kursi, sehingga mampu melayani hingga 40 pelajar setiap hari. Fasilitas ini akan difokuskan pada Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Asih Balowerti, yang saat ini memiliki 148 siswa dan dijadikan proyek percontohan layanan tersebut.
Nama Mapan Ceria sendiri merupakan akronim dari Moda Angkutan Pelayanan Aman dan Nyaman, dengan tagline “Cinta Empati Ramah Anak Istimewa”, yang mencerminkan nilai-nilai inklusi dan kasih sayang terhadap anak-anak difabel.
Didik Catur, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, menjelaskan bahwa moda ini tak hanya sebatas alat transportasi ke sekolah, tapi juga mendukung kegiatan edukasi luar ruang bagi pelajar difabel.
“Mapan Ceria itu moda angkutan pelayanan aman dan nyaman. Ceria itu singkatan dari Cinta Empati Ramah Anak Istimewa,” ungkap Didik.
Ia menambahkan, mobil ini nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk city tour edukatif bagi para siswa, seperti kunjungan ke tempat bersejarah atau institusi publik di Kota Kediri.
“Kita bisa lakukan kunjungan ke Sumber Bateng, Gereja Merah, Mbah Wasil, bahkan ke Kepolisian atau ke 521, harapannya agar semangat anak-anak ini terjaga,” tuturnya penuh semangat.
Dengan hadirnya Mapan Ceria, Pemkot Kediri menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pengalaman sosial yang setara.
