Mojokerto – Kehangatan kebersamaan terasa kental di Pendopo Kecamatan Gedeg saat Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau yang dikenal dengan Gus Barra, menghadiri acara halalbihalal bersama warga pada Kamis (10/4/2025). Tradisi tahunan ini kembali menjadi sarana penting untuk memperkuat jalinan silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat pasca perayaan Idulfitri.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Gedeg, kepala desa se-kecamatan, serta tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Gus Barra menekankan pentingnya halalbihalal sebagai medium memperkuat komunikasi dan mempererat rasa gotong royong yang menjadi modal utama dalam membangun daerah.
“Halalbihalal ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan antarwarga dan antara pemerintah dengan masyarakat. Dengan silaturahmi yang baik, insyaallah pembangunan daerah akan lebih mudah kita capai bersama,” ungkapnya di hadapan para undangan.
Suasana penuh keakraban terlihat dari ramah tamah serta tausiyah singkat yang menjadi bagian dari rangkaian acara. Para undangan terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mencerminkan semangat kolektif untuk menjaga keharmonisan sosial.
Kepala Desa Batankrajan, Antony Wijohari, menyambut positif kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto tersebut di tengah masyarakat Gedeg.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Mojokerto di tengah masyarakat Kecamatan Gedeg. Hal ini menunjukkan kepedulian beliau terhadap warganya. Semoga melalui halalbihalal ini, hubungan antara desa, kecamatan, dan kabupaten semakin harmonis,” kata Antony.
Momen ini juga dipandang sebagai simbol penguatan sinergi antar lapisan pemerintahan dan masyarakat. Diharapkan melalui semangat saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial ini, seluruh program pembangunan di Kabupaten Mojokerto dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan warga.
Dengan nuansa kebersamaan yang terjaga, tradisi halalbihalal tak hanya memperkuat hubungan emosional, tapi juga memperteguh fondasi sosial yang menjadi landasan pembangunan daerah.
