Tenggarong – Di tengah gempuran modernitas, suara kearifan lokal kembali menggema dari Tenggarong. Dalam agenda silaturahmi tahunan Kerapatan Pore Sempekat Keroan Kutai, Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menegaskan pentingnya merawat tradisi sebagai identitas tak tergantikan.
Acara yang berlangsung di Balai Agung Panca Persada Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Minggu (23/3/2025). Acara sakral ini menjadi panggung bagi Edi untuk mengingatkan pentingnya menjaga eksistensi Sempekat sebagai penjaga nilai luhur budaya Kutai. Ia menyebutkan bahwa tradisi bukan hanya hiasan sejarah, tetapi roh yang menghidupi masyarakat.
“Saya minta kepada seluruh pengurus agar bisa menjaga keberadaan Sempekat ini. Kita tidak boleh melupakan akar budaya kita sendiri,” ujar Edi Damansyah di hadapan para undangan.
Ia menambahkan, Sempekat Keroan Kutai harus tetap menjadi ruang kolektif yang tidak hanya melestarikan nilai budaya, tapi juga menciptakan harmoni dan semangat persatuan di tengah masyarakat yang semakin dinamis.
Edi, yang juga menjabat sebagai Panglima Pore Kutai, menilai organisasi ini telah menunjukkan kontribusi positif dalam pembangunan sosial, termasuk dalam peningkatan sumber daya manusia. Menurutnya, anggota Sempekat telah aktif di berbagai sektor, dari pemerintahan hingga komunitas masyarakat.
“Sempekat Keroan Kutai adalah wadah berkumpulnya Keroan Etam asli Kutai. Keberadaannya sudah lama dan telah berkontribusi dalam menjaga tradisi serta membangun hubungan dengan masyarakat lainnya,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan buka puasa bersama serta penyerahan santunan kepada 175 anak yatim piatu dari dua panti asuhan di Tenggarong. “Santunan yang kami serahkan berupa uang tunai dan bingkisan sembako,” kata Ketua Panitia, Thauhid Afrilian Noor, yang juga menjabat sebagai Petinggi Pore.
Bantuan tersebut berasal dari partisipasi Sultan Aji Muhammad Arifin dan pengurus Kerapatan Pore. Selain itu, selama Ramadan, Sempekat juga rutin membagikan takjil setiap Jumat sore kepada masyarakat.
Edi berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial. Ia juga mengajak seluruh anggota Sempekat turut serta dalam menjaga stabilitas daerah, terutama menjelang pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang di Kukar.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat adat, pelestarian budaya lokal di Kukar diyakini akan terus mengakar kuat dan menjadi fondasi dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. (ADV).
