Naypyidaw – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Myanmar pada Jumat siang, menyebabkan kepanikan dan kerusakan signifikan di berbagai wilayah. Pusat gempa terletak sekitar 16 kilometer barat laut dari Kota Sagaing, dengan kedalaman hanya 10 kilometer, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Hanya 12 menit setelah gempa pertama, terjadi gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,4 dengan episentrum 18 kilometer selatan Sagaing. Guncangan kuat ini dirasakan hingga negara-negara tetangga seperti Thailand, China, dan India, menyebabkan bangunan bergoyang dan warga berlarian keluar rumah.
Di Myanmar, laporan awal menyebutkan setidaknya 163 orang tewas dan lebih dari 300 lainnya luka-luka akibat runtuhnya bangunan di berbagai kota, termasuk Mandalay dan Naypyidaw. Di Mandalay, beberapa bangunan runtuh, termasuk masjid yang menyebabkan 10 orang tewas dan beberapa biksu terluka akibat runtuhnya biara.
Pemerintah militer Myanmar telah mengumumkan status darurat di enam wilayah yang terdampak, termasuk Sagaing, Mandalay, Bago, Magway, Negara Bagian Shan, dan Naypyidaw. Mereka juga meminta bantuan kemanusiaan internasional untuk menangani dampak bencana ini.
Di Thailand, guncangan terasa kuat di Bangkok, menyebabkan runtuhnya gedung pencakar langit 30 lantai yang sedang dalam konstruksi di distrik Chatuchak. Insiden ini mengakibatkan setidaknya 3 orang tewas dan 81 lainnya terperangkap di bawah reruntuhan. Otoritas setempat telah menangguhkan layanan metro dan light rail di Bangkok serta menutup Bursa Efek Thailand sebagai langkah pencegahan.
Di China, provinsi Yunnan merasakan guncangan kuat, dengan laporan kerusakan rumah dan dua orang terluka di kota perbatasan Ruili. Provinsi lain seperti Guizhou, Guangxi, dan Sichuan juga melaporkan getaran akibat gempa ini.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan kesiapan negaranya untuk memberikan bantuan kepada Myanmar dan Thailand, serta menyampaikan doa untuk keselamatan semua yang terdampak.
Gempa ini merupakan yang terkuat melanda Myanmar dalam beberapa dekade terakhir, mengingatkan kembali pada risiko seismik tinggi di kawasan tersebut. Upaya penyelamatan dan pemulihan masih berlangsung, dengan fokus utama pada pencarian korban yang terperangkap dan penanganan medis bagi yang terluka.
