Jakarta — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar Pasar Murah Ramadan 1443 H. Di Kantor PCNU Jakarta Selatan, Jl KH M Syafi’i Hadzami, Jakarta, Sabtu (4/23/2022). Jakarta selatan merupakan putaran ke-10 dari 11 putaran yang di gelar di lima kota di DKI Jakarta. Dengan total 11.000 paket sembako seharga 135 ribu tersubsidi jejaring NU menjadi 99 ribu.
Acara ini menghadirkan Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif, Sekjen PWNU DKI Jakarta, MH Bahaudin, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, Ketua PCNU Jakarta Selatan, KH Abdul Rojak Alwi.
Simbol Energi
Pada kesempatan tersebut Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif. Menyampaikan bahwa PWNU sedang melakukan tiga fokus aspek kajian yaitu tentang air, api atau energi dan pangan yang namanya adalah Kajian Fiqih Tata Kota.
“PWNU DKI Jakarta sedang melakukan kajian tentang Fiqih Tata Kota. Salah satu babnya adalah menganalisis penggunaan air di Jakarta, ini kalau tidak tertata secara baik dan benar. Maka apa yang telah teramal oleh pengamat luar negeri termasuk oleh presiden Amerika Serikat itu bisa terjadi yaitu Jakarta Tenggelam,” kata Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif pada sambutannya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/4/2022)
Salah satu ide dasarnya pengelolaan air di Pemda DKI itu karena konsepnya harus termiliki bersama. Maka pemerintahlah yang harus melakukan pengelolaan, tidak ada boleh ada sekelompok orang yang menguasai air di DKI Jakarta
“Jadi sekarang ini orang bisa ambil air sebanyak-banyaknya yang punya hotel yang punya apartemen yang punya rumah besar dia menggunakan alat yang canggih. Bisa nyedot air se enaknya sementara masyarakat kecil nyari air susah,” papar Kiai Samsul
ke depan, ia melanjutkan, yang bisa merasakan air sehat hanya orang-orang yang punya uang. Dampaknya bisa terjadi penurunan tanah, ini kalau tidak terkelola secara baik maka risikonya Jakarta bisa tenggelam terutama yang di pinggiran pantai
Selain air, api juga harus terkelola dengan baik, api sebagai simbol energi meliputi minyak dan sebagainya ini harus terjaga jangan sampai terkuasai sekelompok orang yang hanya menginginkan keuntungan.
“Yang kedua yang harus memiliki secara bersama api, api ini urusan energi, bensin dan sejenis itu harus terkuasai juga oleh Negara. Maka tidak boleh memberikan sebebas-bebasnya kepada pasar yang bisa menjadikan banyak orang menjerit. Termasuk minyak ini pemerintah harus mengontrol secara baik kalau tidak pemerintah akan kalah. Dengan kelompok-kelompok yang menguasai pasar sehingga salah satu akibatnya seperti sekarang ini yang kita alami nyari minyak susah,” jelasnya
Kenaikan bahan pokok akibat kurang kontrol tentunya sangat menyulitkan masyarakat, harga yang tinggi dan barang yang langka membuat masyarakat menjerit.
“Yang ketiga yang harus terkuasai bersama, urusan rumput, maksudnya adalah urusan pangan. Artinya makanan pokok yang kita gunakan setiap hari, itu pemerintah betul-betul harus mengontrol jangan sampai terjadi lonjakan yang tidak seimbang,” pungkasnya
Sejalan dengan Kiai Samsul, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar juga menyarankan. Menata kota harus duduk bersama bermusyawarah membahas bersama
“Betul kata pak kiai tadi urusan air ini kudu duduk kumpul bersama-sama bagaimana masyarakat bisa menjangkau, harga air minum dan air bersih di Jakarta,” kata Zaki
Masih kata Zaki, kemudian yang kedua urusan energi, sama juga sekarang BBM gara-gara ekonomi dua tahun tidak bergerak tidak maksimal ditambah lagi perang walaupun di Rusia sana, BBM kita ikut-ikutan naik darah.
Semuanya harus terkelola bersama dan menyiapkan agar ekonomi siap menghadapi segala situasi dan kondisi.
“Yang ketiga rumput urusan pangan sama ini setiap bulan Ramadan menjelang Idul fitri merangkak naik. Kenapa merangkak naik karena tukang ayam, tukang cabai, tukang beras pada pengen lebaran juga, jadi akhirnya semuanya dalam kondisi menekan masyarakat,” paparnya
Berterima kasih atas konsep dan gerakan yang telah dilakukan oleh PWNU DKI Jakarta. Karena sangat sesuai dengan realitas, ketua PCNU Jakarta Selatan, KH Abdul Rojak Alwi berkata
Sense Of Crisis
“Kegiatan Pasar Murah ini Meningkatkan rasa sense of crisis. Yang mana daya beli masyarakat lemah dengan tingginya harga barang pokok. Kondisi ini tidak sedang biasa-biasa saja. Sense ini muncul dari NU untuk mewujudkan bahwa NU betul peduli pada masyarakat”.
Sementara itu dalam laporannya, Ketua Panitia Pasar Murah Ramadan, KH Zainal Abidin menyampaikan antusias masyarakat dalam kegiatan sembako murah ini.
“Pada hari ini adalah putaran ke sepuluh dari sebelas putaran yang kita gelar di DKI Jakarta. Acara ini atas kerja sama PWNU dengan jejaringnya, dan alhamdulillah kita melakukan subsidi silang sendiri dengan jejaring internal NU. Tidak melibatkan pemerintah, Alhamdulillah dari putaran pertama hingga hari ini animo masyarakat sangat tinggi dari 1000 yang mendaftar bisa 3000. Dengan itikad baik dari PWNU hanya sebagian dari keberpihakan kita keberadaan kita PWNU ada di tengah-tengah kesulitan masyarakat,” Tutupnya
