Sangatta – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama di Kutai Timur yang direncanakan untuk melayani tiga kecamatan, yakni Muara Wahau, Telen, dan Kongbeng, akan segera dimulai pada tahun 2025 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, saat menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-7 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutai Timur di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Sabtu (30/11/2024).
Menurut Jimmi, pembangunan RS Pratama tersebut akan menjadi terobosan besar dalam sektor pelayanan kesehatan di Kutai Timur. Namun, meski sudah dipastikan akan dimulai tahun depan, ia menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini tidak dapat dimulai pada Anggaran Perubahan 2024 karena keterbatasan waktu dan alokasi anggaran. “Pembukaan rumah sakit ini akan dimulai pada tahun 2025, karena jika menggunakan anggaran perubahan 2024, itu sudah tidak memungkinkan lagi,” ujarnya.
Meskipun belum mengetahui secara pasti berapa besar anggaran yang akan dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit tersebut, Jimmi memastikan bahwa proyek ini merupakan langkah maju dari pemerintah daerah dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Secara bertahap, dengan anggaran yang ada, pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat, terutama dengan adanya pembangunan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit ini,” kata Jimmi, yang juga merupakan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sebagai Ketua DPRD, Jimmi memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan RS Pratama, mengingat pentingnya fasilitas kesehatan yang dekat dengan masyarakat di wilayah pedalaman seperti Muara Wahau, Telen, dan Kongbeng. Hal ini diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas.
Jimmi juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan berbagai program pembangunan yang menjadi janji kampanye. Dalam empat tahun terakhir, banyak kemajuan yang telah dicapai, terutama di sektor kesehatan. Menurut Jimmi, ada peningkatan yang signifikan dalam sektor kesehatan, dengan capaian yang meningkat dari 60 persen menjadi 80 persen.
“Sektor kesehatan adalah salah satu prioritas yang menjadi perhatian utama kami. Dari angka sebelumnya, ada peningkatan yang sangat signifikan, dari 60 persen menjadi 80 persen. Ini adalah bukti bahwa upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas kesehatan mulai menunjukkan hasil,” ungkap Jimmi.
Dukungan anggaran yang cukup memadai saat ini menjadi harapan Jimmi agar pemerintah daerah dapat terus melakukan langkah-langkah strategis dalam program pembangunan, tidak hanya di sektor kesehatan, tetapi juga di sektor-sektor lainnya yang memiliki dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai daerah yang akan segera memasuki usia ke-24 tahun, Jimmi berharap agar pembangunan yang telah dilakukan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Kutai Timur. “Kami berharap pembangunan ini tidak hanya terpusat di kota, tetapi dapat dirasakan juga di daerah-daerah yang lebih jauh dan sulit dijangkau,” ujarnya.
Pembangunan rumah sakit ini menjadi sangat penting mengingat Kutai Timur adalah kabupaten yang memiliki wilayah luas dan masih banyak daerah yang terisolasi dari akses fasilitas kesehatan yang memadai. Dengan adanya RS Pratama yang direncanakan untuk dibangun, diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di tiga kecamatan tersebut untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih cepat.
Terkait dengan anggaran, Jimmi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran yang ada. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan rumah sakit ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan efisiensi dan efektivitas agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Anggaran yang ada akan kita optimalkan. Tidak hanya untuk RS Pratama ini, tetapi juga untuk program-program lainnya yang sudah dijanjikan dalam kampanye dan rencana pembangunan daerah. Kita ingin memastikan bahwa semua program ini dapat terwujud dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jimmi juga menyoroti pentingnya peran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutai Timur dalam mendukung program-program kesehatan daerah. Menurutnya, keberadaan IDI di daerah sangat membantu dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan sektor kesehatan.
Jimmi mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun tenaga medis, untuk bekerja sama dalam menyukseskan pembangunan sektor kesehatan di Kutai Timur. Ia berharap bahwa dengan adanya kolaborasi yang baik antara semua pihak, program-program pembangunan, termasuk pembangunan rumah sakit, akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah.
“Ini adalah tugas kita bersama untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan, terutama di sektor kesehatan, dapat memberikan dampak langsung pada masyarakat. Saya berharap dengan adanya dukungan dari semua pihak, kita bisa mewujudkan Kutai Timur yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Jimmi.
