Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, mengusulkan agar Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang terkumpul dalam keuangan daerah dimanfaatkan untuk penyertaan modal di bank daerah. Usulan ini diharapkan dapat memperkuat keuangan daerah dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan memanfaatkan SILPA untuk investasi, Jimmi optimis langkah ini akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta mendukung keberlanjutan pembangunan di Kutai Timur.
“Kita ingin memaksimalkan pemanfaatan anggaran yang ada, salah satunya dengan menitipkan dana SILPA ke penyertaan modal di bank daerah,” ujar Jimmi.
Penyertaan modal, menurut Jimmi, bukan hanya soal menambah dana di bank daerah, tetapi juga soal memaksimalkan potensi investasi yang dapat menghasilkan dividen. Hasil dari dividen yang diperoleh nantinya akan kembali digunakan untuk mendukung program-program pembangunan daerah yang langsung berdampak pada masyarakat.
“Dividen yang didapat dari investasi ini nantinya akan langsung bermanfaat bagi masyarakat dalam bentuk program-program pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan dan infrastruktur daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jimmi menegaskan bahwa pemanfaatan dana SILPA melalui penyertaan modal juga akan memperkuat ketahanan finansial daerah. Dengan demikian, pemerintah daerah bisa lebih mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan keuangan di masa depan.
“Penyertaan modal ini bukan hanya tentang menambah pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan finansial Kutai Timur untuk mendukung kelangsungan pembangunan jangka panjang,” tambah Jimmi.
Namun, untuk memulai rencana ini, DPRD Kutai Timur perlu memperbarui peraturan daerah (Perda) terkait penyertaan modal yang sudah ada, karena peraturan tersebut akan segera berakhir pada bulan ini. Menurut Jimmi, pembaruan perda ini sangat penting agar dana SILPA bisa dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat optimal bagi daerah.
“Perda terkait penyertaan modal ini berakhir bulan ini. Kami harus segera membuat perda baru untuk memastikan SILPA dapat dimanfaatkan dengan baik melalui penyertaan modal di bank daerah,” tambah Jimmi.
Salah satu fokus utama dalam rencana ini adalah membeli saham di bank daerah, dengan tujuan menjadikan pemerintah daerah sebagai pemegang saham utama. Jimmi berharap langkah ini bisa memperkuat posisi Kutai Timur sebagai salah satu pemegang saham terbesar di Bank Kaltimtara.
“Paling tidak, 51 persen saham harus dimiliki oleh pemerintah daerah. Kami ingin memastikan bahwa Kutai Timur memiliki pengaruh besar di Bank Kaltimtara, sehingga bisa mengendalikan kebijakan keuangan daerah dengan lebih baik,” ujar Jimmi dengan optimis.
Langkah ini, menurutnya, tidak hanya akan meningkatkan posisi keuangan daerah, tetapi juga memberikan dampak besar bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Kutai Timur. Dengan memiliki saham mayoritas di bank daerah, pemerintah daerah dapat lebih leluasa dalam mengarahkan penggunaan dana untuk berbagai kepentingan pembangunan dan meminimalkan ketergantungan pada sumber dana luar.
“Memiliki saham mayoritas akan memberi kita kendali yang lebih besar terhadap kebijakan keuangan dan pengelolaan dana di bank daerah. Hal ini akan sangat penting untuk mengembangkan perekonomian daerah dan mendukung berbagai sektor yang membutuhkan pembiayaan,” jelas Jimmi.
Jimmi juga mengungkapkan bahwa strategi penyertaan modal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mendorong perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Dengan memanfaatkan dana SILPA yang selama ini terkumpul, pemerintah daerah berharap dapat mengembangkan sektor ekonomi lokal dengan lebih optimal.
“Jika kita bisa memanfaatkan dana SILPA secara bijaksana dan strategis, maka kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk mendukung pembangunan daerah. Perekonomian lokal akan lebih berkembang, dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai lebih merata,” tambah Jimmi.
Terkait dengan besaran dana yang akan dialokasikan untuk penyertaan modal di bank daerah, Jimmi mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam pembahasan dan akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. DPRD Kutai Timur akan terus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil berkaitan dengan penggunaan anggaran akan mendatangkan manfaat jangka panjang untuk daerah.
“Kami masih dalam tahap pembahasan. Yang pasti, dana yang dialokasikan harus sesuai dengan kemampuan daerah dan memberi manfaat besar dalam meningkatkan perekonomian lokal,” ujar Jimmi.
Usulan ini mendapatkan respons positif dari berbagai pihak, termasuk dari sektor perbankan dan dunia usaha. Banyak pihak yang mendukung langkah ini karena diyakini dapat memberikan dampak positif dalam memperkuat perekonomian daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan dari luar daerah.
“Dengan memiliki saham di bank daerah, pemerintah akan memiliki peran yang lebih besar dalam mengarahkan investasi dan pembiayaan untuk program-program daerah. Ini adalah langkah yang sangat positif,” ujar salah satu pengusaha lokal yang enggan disebutkan namanya.
Diharapkan, setelah Perda baru tentang penyertaan modal disahkan, pemerintah daerah akan segera mulai mengeksekusi rencana ini agar dana SILPA dapat segera disalurkan untuk mendukung penguatan Bank Kaltimtara. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Kutai Timur.
“Jika ini terealisasi, keuangan daerah Kutai Timur akan semakin stabil, dan kita akan lebih siap untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” tutup Jimmi.
