Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyampaikan pandangan penting terkait peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024. Ia menekankan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk mensinergikan berbagai elemen umat Islam dan organisasi kemasyarakatan (ormas) demi kebaikan bangsa Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Saeful menyoroti perlunya menghindari perdebatan soal furuiyah dan khilafiyah yang kerap memecah belah umat.
Menghindari Perdebatan Furuiyah dan Khilafiyah
Saeful Rizal, sebagai politisi yang aktif dalam kehidupan keagamaan, mengungkapkan harapannya agar Hari Santri Nasional dapat menjadi ajang penyatuan umat. Salah satu fokus yang disampaikannya adalah pentingnya umat Islam tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pandangan dalam hal furuiyah (cabang-cabang) dan khilafiyah (perbedaan pendapat dalam masalah-masalah agama).
“Perdebatan seperti shalat tarawih, apakah dilakukan 11 rakaat atau 23 rakaat, apakah doa qunut dibaca atau tidak, hingga panggilan kepada Nabi Muhammad SAW dengan gelar ‘Sayyid’ atau tidak, itu semua adalah perbedaan yang sifatnya furuiyah. Ini adalah kekayaan umat yang seharusnya kita sikapi dengan tasamuh, atau toleransi,” ujar Saeful.
Ia menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi pemecah persatuan umat. Dalam pandangannya, furuiyah adalah cabang-cabang dalam agama yang tidak boleh dijadikan alasan untuk saling menyalahkan atau bahkan membentuk perpecahan di kalangan umat Islam. Sebaliknya, ia berharap umat Islam lebih fokus pada hal-hal yang bersifat usuliyah (pokok-pokok) dan ukhuwiyah (persaudaraan).
“Kita disatukan oleh Allah SWT, Nabinya Muhammad SAW, dan kiblatnya Baitullah. Itu adalah pengingat yang sangat kuat bagi kita agar tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pandangan dalam hal-hal yang sifatnya furuiyah,” tambah Saeful.
Tasamuh: Toleransi dalam Perbedaan
Lebih lanjut, Saeful Rizal menyoroti pentingnya tasamuh atau sikap toleransi dalam perbedaan. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam furuiyah seharusnya menjadi kekayaan bagi umat Islam, bukan sebaliknya. Ia mengajak umat untuk lebih berfokus pada nilai-nilai persatuan dan kebersamaan yang lebih mendasar.
“Tasamuh itu sangat penting. Kita harus bisa bertoleransi dalam hal-hal yang sifatnya furuiyah, karena ini adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam. Kita tidak perlu terpecah hanya karena masalah-masalah seperti ini. Justru kita harus bersatu dalam hal-hal yang lebih besar dan mendasar, seperti menjaga ukhuwah dan memperjuangkan kebaikan untuk bangsa,” tegasnya.
Saeful juga menekankan bahwa Hari Santri Nasional seharusnya menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Dalam suasana yang penuh dengan tantangan global, umat Islam di Indonesia diharapkan bisa menjadi contoh dalam merawat persatuan di tengah perbedaan.
Momentum Sinergi Umat dan Ormas
Peringatan Hari Santri Nasional 2024 ini, menurut Saeful, juga harus menjadi momentum penting untuk mensinergikan berbagai elemen umat Islam dan ormas. Ia melihat bahwa sinergi antara umat dan ormas sangat penting untuk menjaga kebaikan dan kemajuan bangsa.
“Harapan saya di Hari Santri Nasional ini, kita bisa bersinergi, baik antarumat maupun ormas, untuk kebaikan bangsa di masa mendatang. Tantangan ke depan akan semakin berat, sehingga diperlukan kekompakan dan kerjasama di antara kita semua,” jelasnya.
Sebagai seorang politisi yang juga memiliki latar belakang keagamaan yang kuat, Saeful mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, Hari Santri Nasional bisa menjadi salah satu momen untuk memperkuat rasa kebersamaan, bukan hanya di kalangan umat Islam, tetapi juga di masyarakat luas.
Harapan untuk Hari Santri Nasional 2024
Saeful Rizal berharap peringatan Hari Santri Nasional tahun ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang untuk memulai langkah-langkah nyata dalam memperbaiki bangsa. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, ia optimis bahwa umat Islam, terutama kalangan santri, bisa berperan aktif dalam memajukan Indonesia.
“Harapan saya, di Hari Santri Nasional 2024 ini, kita bisa bersinergi untuk perbaikan bangsa di masa akan datang. Santri sebagai bagian dari elemen bangsa harus memiliki peran yang lebih besar dalam membawa perubahan positif bagi Indonesia,” pungkasnya.
Dalam konteks politik, sosial, dan agama, peran santri memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejarah mencatat bahwa santri memiliki kontribusi yang besar dalam perjuangan bangsa Indonesia, baik dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjaga stabilitas sosial, maupun dalam membangun moralitas bangsa.
Santri dan Peran Kebangsaan
Santri, yang identik dengan pendidikan keagamaan dan moralitas tinggi, menurut Saeful Rizal, adalah salah satu elemen penting dalam menjaga integritas bangsa. Dalam konteks Hari Santri Nasional, peran ini harus terus diperkuat agar santri tidak hanya memiliki kapasitas keagamaan, tetapi juga mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Santri memiliki potensi besar dalam menjaga integritas bangsa. Dengan pendidikan yang mereka dapatkan di pesantren, santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat. Ini adalah modal penting untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” jelasnya.
Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2024, Saeful mengajak seluruh santri di Indonesia untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa. Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di masa depan tidak bisa diatasi hanya dengan pengetahuan agama semata, tetapi juga dengan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Persatuan dalam Perbedaan
Pernyataan Saeful Rizal mengenai Hari Santri Nasional memberikan pesan kuat tentang pentingnya persatuan dalam perbedaan. Dalam kondisi masyarakat yang semakin kompleks, perbedaan pandangan dalam furuiyah dan khilafiyah tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah belah umat. Sebaliknya, umat Islam harus mampu merawat persatuan dan kebersamaan dengan sikap tasamuh, serta bersinergi untuk kebaikan bangsa.
Melalui momentum Hari Santri Nasional, Saeful berharap seluruh elemen umat dan ormas bisa bersatu dan bersinergi untuk menghadapi tantangan yang ada, serta bersama-sama membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Harapannya, peringatan Hari Santri Nasional ini tidak hanya menjadi simbolis, tetapi juga langkah nyata dalam memperbaiki dan memajukan bangsa.
