Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menyampaikan pandangan kritis pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024. Politisi PKS ini menekankan pentingnya perhatian yang lebih besar terhadap pemuka agama, baik dari kalangan Islam maupun agama lain. Dalam pandangannya, pemerintah perlu meningkatkan insentif bagi para pemuka agama, seiring dengan kenaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang yang telah melonjak hingga dua kali lipat.
Peningkatan Insentif bagi Pemuka Agama
Saeful Rizal menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap para pemuka agama, baik dari kalangan Islam seperti guru ngaji, imam masjid, khotib, dan marbot, maupun dari kalangan agama lain seperti pendeta dan rohaniawan. Menurutnya, para pemuka agama memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat, sehingga sudah sepantasnya mereka mendapatkan apresiasi yang layak dari pemerintah.
“Saat ini, insentif yang diberikan kepada para pemuka agama sudah baik, tetapi saya berharap ada peningkatan lebih lanjut, mengingat APBD Kota Bontang yang cukup besar dan naik dua kali lipat. Insentif ini tidak hanya untuk guru ngaji, imam masjid, khotib, dan marbot, tetapi juga untuk rohaniawan dari agama lain seperti pendeta,” ujar Saeful Rizal.
Ia menambahkan bahwa insentif yang lebih baik dapat mendorong semangat para pemuka agama untuk terus berkontribusi dalam membina moral dan spiritual masyarakat. Dalam pandangannya, pemerintah perlu melihat para pemuka agama sebagai mitra penting dalam menjaga kerukunan umat beragama dan stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Perluasan Jangkauan Pemerintah Kota
Lebih lanjut, Saeful Rizal juga berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperluas jangkauannya dalam memberikan perhatian kepada para pemuka agama. Ia menyinggung adanya aspirasi dari masyarakat yang mengharapkan agar takmir masjid juga mendapatkan perhatian yang sama seperti imam dan marbot.
“Beberapa waktu lalu ada yang bertanya kepada saya, ‘Mengapa imam dan marbot diperhatikan, tetapi takmir masjid tidak?’ Tentunya aspirasi seperti ini akan kami sampaikan kepada Pemkot Bontang agar perhatian terhadap para pemuka agama lebih merata dan menyeluruh,” terang Saeful.
Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap pemuka agama seharusnya tidak terbatas pada satu kelompok saja, melainkan mencakup seluruh elemen yang berperan dalam kegiatan keagamaan. Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan keadilan dalam pelayanan publik, terutama di sektor keagamaan.
Pemuka Agama di Daerah Pedalaman
Selain itu, Saeful Rizal juga menyoroti pentingnya memberikan perhatian yang sama kepada para pemuka agama yang berada di daerah pedalaman. Ia mencontohkan daerah Thihi-Thihi, yang terletak cukup jauh dari pusat kota Bontang, di mana para imam dan pemuka agama lainnya juga berperan penting dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat setempat.
“Para pemuka agama di daerah pedalaman seperti di Thihi-Thihi juga perlu mendapatkan perhatian yang sama seperti di dalam kota Bontang. Mereka menghadapi tantangan yang lebih besar dalam melaksanakan tugas mereka karena kondisi geografis dan fasilitas yang terbatas,” jelasnya.
Menurut Saeful, pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi di daerah pedalaman dan memastikan bahwa para pemuka agama di wilayah tersebut mendapatkan dukungan yang memadai. Dengan demikian, pemerataan perhatian terhadap pemuka agama dapat tercapai, baik di kota maupun di daerah-daerah terpencil.
Peningkatan Insentif Guru Ngaji dan Pendidik Al-Qur’an
Dalam kesempatan yang sama, Saeful Rizal juga menyambut baik adanya peningkatan insentif bagi pendidik Al-Qur’an di Kota Bontang. Saat ini, insentif yang semula sebesar Rp1 juta telah dinaikkan menjadi Rp1,1 juta. Meskipun kenaikan ini tergolong kecil, namun ia melihat hal ini sebagai langkah positif yang perlu diapresiasi.
“Kenaikan insentif bagi pendidik Al-Qur’an dari Rp1 juta menjadi Rp1,1 juta adalah langkah yang baik. Meski tidak terlalu besar, ini menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap peran penting para pendidik agama. Ke depan, saya berharap insentif ini bisa terus ditingkatkan agar para pendidik Al-Qur’an bisa lebih sejahtera dan termotivasi dalam menjalankan tugasnya,” kata Saeful.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan para pendidik agama karena mereka berperan langsung dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Menurutnya, peran guru ngaji dan pendidik Al-Qur’an sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan penuh tantangan.
Peluang Besar Bagi Pemerintah Kota Bontang
Saeful Rizal melihat adanya peluang besar bagi Pemerintah Kota Bontang untuk lebih meningkatkan dukungan kepada para pemuka agama, terutama dengan adanya peningkatan signifikan dalam APBD. Menurutnya, dengan anggaran yang lebih besar, Pemkot Bontang memiliki kesempatan untuk membuat kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan para pemuka agama dan pelaku kegiatan keagamaan.
“Dengan APBD yang naik dua kali lipat, pemerintah kota memiliki peluang besar untuk memperbaiki dan meningkatkan kebijakan terkait insentif bagi pemuka agama. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung peran pemuka agama dalam masyarakat,” ungkap Saeful.
Ia berharap agar Pemkot Bontang dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, sehingga tidak hanya pemuka agama dari kalangan Islam yang diperhatikan, tetapi juga dari agama-agama lain. Hal ini, menurutnya, akan menciptakan keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan beragama di Kota Bontang yang sangat plural.
Harapan di Hari Santri Nasional 2024
Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2024, Saeful Rizal berharap agar momentum ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perhatian terhadap peran santri dan para pemuka agama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Ia menekankan bahwa santri dan pemuka agama memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga moralitas bangsa, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.
“Harapan saya, Hari Santri Nasional tahun ini bisa menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan peran santri dan pemuka agama. Mereka adalah pilar penting dalam menjaga moral dan spiritual masyarakat, serta menjadi benteng dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks,” ujarnya.
