Tasikmalaya – Dalam rangka menyambut mahasiswa baru, Politeknik Triguna Tasikmalaya kembali mengadakan Masa Bimbingan Mahasiswa Baru (MABIM) tahun 2024 dengan tema “Membentuk Mahasiswa Unggul yang Aktif, Kreatif, Inovatif, dan Berakhlak Mulia untuk Masa Depan yang Gemilang”.
Acara yang berlangsung meriah ini juga mengusung jargon “Mahasiswa Unggul, Berinovasi Menuju Prestasi “. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru kepada budaya kampus serta membekali mereka dengan wawasan yang dapat membantu meraih kesuksesan akademik dan sosial.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penyampaian materi oleh Dr. Lina Marlina, S.Pd., M.M., yang mengangkat topik Antropologi Kampus. Dalam penjelasannya, Dr. Lina memaparkan konsep dasar tentang kehidupan sosial dan budaya yang ada di lingkungan kampus.
Mengenal Antropologi Kampus
Antropologi Kampus adalah kajian tentang budaya, norma, dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan kampus. Menurut Dr. Lina, pemahaman terhadap antropologi kampus sangat penting bagi mahasiswa baru untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus, mengenal berbagai tradisi, dan terlibat aktif dalam kegiatan akademik maupun non-akademik.
“Budaya kampus sangat mempengaruhi cara mahasiswa berpakaian, berbicara, dan bersikap. Dengan memahami budaya ini, mahasiswa dapat memaksimalkan pengalaman mereka di kampus dan meraih kesuksesan, baik di bidang akademik maupun sosial,” ujar Dr. Lina dalam sesi materinya.
Kampus sebagai Miniatur Negara
Dr. Lina juga menjelaskan bahwa kampus dapat dianggap sebagai miniatur negara, di mana ilmu, politik, sosial, dan budaya saling terkait dan terlibat dalam proyek pembangunan melalui civitas akademika.
“Kampus adalah tempat yang mewakili beragam elemen masyarakat, dan di dalamnya, seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa, tenaga pendidik (Tendik), dan non-Tendik, memainkan peran penting. Mahasiswa sebagai komponen utama adalah denyut nadi kampus,” jelas Dr. Lina.
Melalui antropologi kampus, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami peran mereka dalam ekosistem kampus dan bagaimana keterlibatan mereka dapat memberikan dampak signifikan bagi kemajuan institusi.
Belajar dari Pengalaman Mahasiswa Lain
Dr. Lina juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman mahasiswa lain, terutama bagi mereka yang mungkin merasa kewalahan dalam menyesuaikan diri dengan budaya kampus.
“Dengan mendengar kisah mahasiswa yang telah melalui tantangan serupa, mahasiswa baru dapat belajar bagaimana menghadapi rintangan dan menemukan cara untuk merasa lebih terhubung dengan kampus,” tambahnya.
Pentingnya Memahami Budaya Kampus
Sebagai penutup, Dr. Lina menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap antropologi kampus sangat penting bagi mahasiswa baru.
“Dengan mengenal budaya kampus dan pengalaman mahasiswa lain, mahasiswa baru dapat merasa lebih terhubung dengan kampus dan teman-teman mereka, sehingga mereka lebih siap menghadapi perjalanan akademik yang panjang dan penuh tantangan,” tutup Dr. Lina Marlina.
MABIM 2024 Politeknik Triguna Tasikmalaya berhasil memberikan wawasan yang mendalam bagi mahasiswa baru, tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang kehidupan sosial di kampus. Harapannya, acara ini mampu membekali mahasiswa baru dengan kepercayaan diri dan motivasi untuk menggapai prestasi di masa depan.
