Sangatta – Di tengah tantangan dan peluang, pertanian di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah memasuki fase penting menuju modernisasi dan mekanisasi. Yusri Yusuf, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, menegaskan urgensi adaptasi para petani terhadap teknologi pertanian modern serta mendorong peran aktif generasi muda sebagai petani milenial yang inovatif dan berdaya saing.
Dalam wawancara yang berlangsung di Gedung DPRD Kutim pada Senin (19/8/2024), Yusri Yusuf, politisi Partai Demokrat, menyoroti bahwa sektor pertanian di wilayah yang mencakup Kecamatan Sangatta Selatan, Bengalon, Rantau Pulung, dan Teluk Pandan ini sangat memerlukan pembaruan teknologi. Namun, Yusri juga menyadari bahwa transformasi ini membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak, terutama untuk membantu petani beradaptasi dengan peralatan dan teknologi baru.
“Saat ini, modernisasi dan mekanisasi pertanian adalah langkah yang harus diambil untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, petani kita masih butuh waktu untuk terbiasa dengan peralatan modern ini,” ujar Yusri Yusuf dengan penuh semangat.
Yusri menjelaskan bahwa hingga kini, sebagian besar alat pertanian modern yang ada masih dioperasikan oleh pemerintah melalui sistem pinjam. Hal ini dilakukan karena banyak petani yang belum familiar dengan penggunaan teknologi baru tersebut. Sistem pinjam ini memungkinkan pemerintah untuk mengoperasikan mesin-mesin pertanian modern, memastikan alat-alat tersebut dapat digunakan secara optimal, sambil memberikan kesempatan kepada petani untuk belajar menggunakannya.
“Pemerintah turun tangan karena petani belum sepenuhnya mampu mengoperasikan mesin-mesin ini. Jadi, kita masih dalam tahap transisi menuju pertanian yang lebih modern,” tambah Yusri.
Selain itu, Yusri juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia mendorong para pemuda di Kutim untuk terjun ke dunia pertanian dengan memanfaatkan teknologi modern. Menurutnya, dengan adanya modernisasi dan mekanisasi, generasi muda bisa menjadi petani milenial yang mampu membawa perubahan positif dan memajukan sektor pertanian di Dapil II.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi petani milenial yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi. Mereka bisa menjadi penggerak utama dalam transformasi pertanian di daerah ini,” tegas Yusri Yusuf.
Modernisasi dan mekanisasi pertanian tidak hanya akan meningkatkan produktivitas, tetapi juga akan membuka peluang baru bagi para pemuda yang tertarik dengan sektor ini. Dengan dukungan teknologi, petani milenial dapat memaksimalkan hasil pertanian dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Hal ini juga menjadikan pertanian sebagai sektor yang lebih menarik dan menjanjikan bagi generasi muda.
Yusri Yusuf berharap bahwa dengan langkah-langkah ini, pertanian di Dapil II Kutim akan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Ia optimis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan generasi muda, sektor pertanian di daerah ini dapat mencapai potensi maksimalnya dan menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Menghadapi tantangan modernisasi, Yusri juga menekankan perlunya pelatihan dan pendampingan bagi petani, agar mereka lebih cepat beradaptasi dengan teknologi baru. “Pendidikan dan pelatihan sangat penting dalam proses ini. Kita harus memastikan bahwa petani kita tidak hanya memiliki akses ke alat modern, tetapi juga mampu menggunakannya dengan efektif,” tutup Yusri Yusuf.
Harapan besar kini tertumpu pada generasi muda untuk menjadi motor penggerak dalam transformasi pertanian di Kutai Timur. Dengan dukungan pemerintah dan semangat inovasi, Yusri Yusuf yakin bahwa pertanian di Dapil II akan semakin maju, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, serta menjadikan pertanian sebagai sektor yang lebih menarik dan menguntungkan bagi masa depan daerah ini.
